08/10/12

DAMPAK PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP SISTEM INFORMASI AKUNTANSI


DAMPAK PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI
TERHADAP SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Budiasih
Fakultas Ekonomi Uiversitas Gunadarma

ABSTRAK

            Perkembangan teknologi informasi mempunyai dampak yang sangat besar terhadap sistem informasi akuntansi dalam suatu organisasi bisnis. Dampak yang nyata dirasakan pada pemrosesan data yang mengalami perubahan dan sistem manual digantikan oleh komputer.
            Pemanfaatan teknologi informasi oleh para pemakai makin memudahkan dalam melakukan pekerjaannya. Sebegai contoh adalah pemanfaatan teknologi informasi untuk melaksanakan sejumlah pekerjaan audit yang harus dilakukan oleh seorang auditor. Ada tiga pendekatan dan teknik audit yaitu Auditing around the computer, Auditing through the computer, dan Auditing with the computer. Dengan teknologi terkomputerisasi penuh dapat melaksanakan pemutakhiran harian file transaksi, keluaran, dan file dalam bentuk format terbaca mesin, seperti pita dan disk. Jadi semua memberikan kesempaten kepada auditor untuk menggunakan komputer dalam melaksanakan auditnya. Oleh karena itu auditor dituntut juga untuk menguasai dibidang software, hardware. maupun brainware yang merupakan perangkat keras dan perangkat lunak komputer.

PENDAHULUAN

       Perkembangan teknologi informasi mempunyai dampak yang sangat signif ikan terhadap sistem informasi akuntansi dalam suatu organisasi bisnis. Dampak yang nyata dirasakan adalah pemrosesan data yang mengalami perubahan dan sistem manual digantikan oleh komputer sebagai alat pemrosesan data. Organisasi menggantungkan diri pada sistem informasi untuk mempertahankan kemampuan berkompetisi. Informasi pada dasarnya adalah sumber daya seperti halnya pabrik dan peralatan. Produktivitas, sebagai suatu hal yang penting agar tetap kompetitif, dapat ditingkatkan rnelalui sistem informasi yang lebih baik. Akuntansi, sebagai suatu sistem informasi, mengidentifikasikan, mengumpulkan, dan mengkomunikasikan informasi ekonomik mengenai suatu badan usaha kepada berbagai pihak.
       Sistem informasi akuntansi berbasis komputer dirancang untuk mengubah data akuntansi menjadi informasi. Atau merupakan sebuah rangkaian prosedur formal dimana data dikumpulkan dan diproses menjadi informasi, dan didistrbusikan kepada para pemakai. Informasi adalah salah satu sumber daya bisnis yang vital untuk kelangsungan dan kontinuitas hidup perusahaan. Dalam dunia bisnis, informasi dapat berasal dari intern maupun ekstern perusahaan. Setiap saat informasi diperlukan baik oleh manajemen maupun pengguna lainnya dalam rangka untuk pengambilan    keputusan.
       Pemakai informasi akuntansi dapat dibagi dalam dua kelompok besar yaitu ekstern dan intern. Pemakai ekstern mencakup pemegang saham, investor, kreditur, pemerintah, pelanggan, dan pemasok, pesaing, serikat pekerja dan masyarakat secara keseluruhan. Pemakai ekstern menerima dan tergantung pada beragam keluaran dan sistem informasi akuntansi suatu organisasi. Sebagian keluaran ini bersifat rutin, seperti transaksi hutang dagang dengan pemasok, membutuhkan keluaran seperti pesanan pembelian dan cek dan SIA organisasi yang bersangkutan. Pelanggan menerima tagihan dan kemudian melakukan pembayaran, yang diproses dalam SIA. Karyawan menerima pembayaran gaji dan data yang berhubungan; pemegang saham menerima cek deviden dan informasi rutin mengenai transaksi   saham.
       Pemakai informasi intern terutama para manajer, kebutuhannya bervaniasi tergantung pada tingkatannya dalam organisasi atau terhadap fungsi yang mereka jalankan. Gambar 1 menyajikan karakteristik informasi yang relevan terhadap manajer tingkat bawah, menengah dan atas dalam organisasi.

Manajer tingkat atas umumnya berkepentingan terhadap perencanaan dan pengendalian strategis jangka panjang. Laporan akuntansi kepada manajemen tingkat atas berisi ikhtisar dan garis besar masalah seperti total penjualan kuartalan berdasarkan lini produk atau divisi. Manajer tingkat menengah membutuhkan yang lebih rinci, seperti penjualan harian atau mingguan berdasarkan lini produk, karena lingkup pengendalian mereka lebih sempit. Manajer tingkat bawah umumnya menerima informasi yang relevan pada sub unit tertentu, seperti total penjualan departemen X. Karyawan di tingkat yang lebih rendah, seperti klerk, memproses data transaksi penjualan dan penggajian, yang dengan demikian, secara konstan akan berhubungan dengan data rinciannya.
       Pembuatan informasi yang berguna dibatasi oleh lingkungan SIA dan struktur manfaat dan biaya yang melekat pada keputusan pemakai. Ketidakpastian lingkungan dimana informasi dikembangkan dan disajikan menyebabkan dibutuhkannya estimasi dan penyesuaian. Tidak ada sistem informasi yang dapat menghindari segi-segi praktis penyajian informasi. Jika biaya pembuatan informasi lebih besar dari kegunaannya bagi pemakai, maka tidak praktis untuk menyajikan informasi tersebut.


AKUNTANSI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

       Auditor dalam melaksanakan pekerjaannya sebenarya melakukan pemeriksaan terhadap data yang telah diproses oleh manajemen. Karena auditor memeriksa data. dan data yang diperiksa tidak hanya sekedar data. akan tetapi data untuk memeriksa laporan keuangan juga harus diperiksa, sehingga pekerjaan auditor dalam komputer yang biasa dikenal dengan audit dalam lingkungan electric data processing, memerlukan keahlian khusus baik dibidang hardware, software maupun brainware yang merupakan perangkat keras ataupun lunak dari komputer. Sebagaimana dalam lingkungan manual, auditor dalam pemeriksaan juga mencakup pengujian terhadap pengendalian dan saldo akun. Khususnya pengujian pengendalian auditor, harus melakukan pengujian baik pengujian umum ataupun pengujian akuntansi. Pengujian umum, adalah pengujiian terhadap pengendalian yang berhubungan dengan semua aktivitas yang melibatkan sistem informasi dan sumber daya informasi akuntansi perusahaan yang meliputi lingkungan pengendalian, penilaian resiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi serta monitoring. Sedangkan pengendalian akuntansi adalah pengujian terhadap pengendalain yang berhubungan dengan tugas atau transaksi akuntansi.

Pendekatan dan Teknik Audit
       Proses auditing sistem informasi dengan sistem manual pada dasarnya adalah sama, yang membedakan adalah auditing manual tidak menggunakan computer, sedangkan auditing sistem informasi didalam pemrosesan transaksi menggunakan alat bantu komputer yaitu dalam magnetic disk atau disk. Sebagai akibatnya terdapat beberapa pendekatan untuk melakukan audit dimana pemrosesan datanya menggunakan alat bantu komputer.
Ada tiga pendekatan utama terhadap auditing berdasarkan komputer , yaitu:

1. Auditing Around the Computer
       Auditing Around the Computer yaitu audit terhadap suatu penyelenggaraan sistem informasi berbasis komputer tanpa menggunakan kemampuan dan peralatan itu sendiri. Audit terjadi sebelum dilakukan pemeriksaan secara langsung terhadap data ataupun program yang ada didalam program itu sendiri. Pendekatan ini memfokuskan pada input dan output, sehingga tidak perlu memperhatikan pemrosesan komputer karena pada prinsipnya input yang benar akan menghasilkan output yang benar, sehingga asumsi yang digunakan oleh auditor, jika dalam memeriksa output menunjukkan hasil yang benar dari seperangkat input pada sistem pemrosesan, maka operasi pemrosesan transaksi dianggap benar.  Audit dengan pendekatan ini dapat diterapkan dalam kondisi jejak audit lengkap dan dapat dilihat, proses operasi secara relatif langsung, tidak sulit dan volume transaksi yang rendah dan dokumentasi lengkap. Teknik kunci yang digunakan dalam pendekatan ini adalah penelusuran transaksi terpilih mulai dan dokumen sumber sampai ke perkiraan dan laporan ikhtisar dan sebaliknya. Karena teknik ini mengabaikan komputer dan diturunkan dari teknik umum yang digunakan dalam mengaudit sistem manual, maka auditor tidak membutuhkan pengetahuan tambahan untuk menerapkannya.
       Untuk menerapkan teknik ini, pertama auditor meninjau dan menguji pengendalian masukan, seperti penomoran dokumen. Kemudian dia secara manual menghitung hasil yang diharapkan dari pemrosesan kelompok transaksi terpilih tersebut. Akhirnya auditor membandingkan hasil sesungguhnya. seperti yang diperlihatkan dalam laporan ikhtisar yang mencerminkan saldo perkiraan dengan hasil yang dihitung secara manual.

       Pendekatan Auditing Around the Computer dapat diterapkan dengan layak hanya jika dua    kondisi       dibawah ini             terpenuhi,yaitu:
a. Jejak audit yang lengkap dan terlihat diselenggarakan. Dokumen sumber dan buku harian harus tersedia, Juga acuan pada setiap transaks
i harus dicatat pada buku harian, buku besar, dan laporan ikhtisar: acuan mi Sebaiknya mencakup nomor dokumen dan identifikasi lain yang mengaitkan kembali ke transaksi sebelumnya yang mempengaruhi perkiraan yang sama.
b. Dokumentasi yang lengkap, seperti bagan arus sistem, tata letak file
, dan manual program, tersedia bagi auditor.
Kedua kondisi ini paling mungkin ditemukan dalam sistem yang melibatkan operasi pemrosesan tumpuk yang independen. Dokumen sumber digunakan hampir seragam dalam aplikasi    semacam          itu.
       Keunggulan utama dan pendekatan Auditing Around the Computer adalah mudah diterapkan, ekonomis, dan tidak membutuhkan pengetahuan komputer. Kelemahan utamanya ialah bahwa pendekatan ini tidak memungkinkan diambilnya kesimpulan yang mantap tentang bagaimana program pemrosesan menangani data yang salah. Sebagai contoh, pendekatan mi tidak menunjukkan bagaimana program hutang usaha akan memproses selembar faktur dan pemasok fiktif. Jadi, pendekatan tersebut tidak mengungkapkan kelemahan            yang    mungkin          dalam       pengecakan     terprogram.

2.    Auditing   Through   the  Computer
       Auditng Through the computer yaitu audit terhadap suatu penyelenggaraan sistem informasi berbasis komputer dengan menggunakan fasilitas komputer yang sama dengan yang digunakan dalam pemrosesan data. Pendekatan ini dapat menggunakan perangkat lunak dalam bentuk specialized audit software (SAS)
dan generalized audit software (GAS). Tujuan audit dengan pendekatan ini adalah memeriksa kebenaran software aplikasi yang digunakan. Kebenaran ini dapat berupa kebenaran perhitungan dan memastikan keandalan kendali-kendali aplikasi yang terdapat pada program aplikasi. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa jika sistem pemrosesan temyata mengandung pengendalian yang memad ai, maka kesalahan dan penyimpangan tidak mungkin luput dari pendeteksian, akibatnya keluaran secara layak dapat diterima sebagai andal.
       Pendekatan Auditing Through the Computer harus digunakan bila pendekatan Auditing Around the Computer tidak cocok atau tidak mencukupi. Jadi, pendekatan ini harus diterapkan bila pemrosesan komputer rumit dan/atau melibatkan banyak file, bila jejak audit terpecah atau kabur, atau bila dokumentasinya buruk. Pendekatan ini dapat diterapkan bersama-sama dengan pendekatan Auditing Around the Computer untuk memberikan kepastian yang lebih besar kecuali jika biaya pendekatan gabungan tersebut lebih besar ketimbang manfaat tambahan yang diterima.
       Pendekatan Auditing Through the Computer melingkupi segugusan teknik. Termasuk dalam gugusan ini adalah data uji, fasilitas pengujian terpadu. simulasi paralel dan teknik modul         audit    terpasang.

Teknik
Data Uji
       Teknik yang paling umum bagi auditing melalui komputer adalah teknik data up. Teknik ini langsung memeriksa sistem pemrosesan dengan menggunakan transaksi up. Pada umumnya pendekatan ini menguji kemampuan satu atau lebih program aplikasi untuk memproses data secara benar dan untuk mendeteksi kesalahan serta penyimpangan yang mungkin dalam data transaksi. Gambar 3 berikut ini membedakan teknik data uji, yang menggambarkan pendekatan Auditing Through the Computer dengan pendekatan Audit Around the Computer yang dibahas sebelumnya.
Sebagaimana ditunjukkan dalam Gambar 3 diatas, transaksi  dimasukkan untuk  diproses oleh salah satu program aplikasi perusahaan. Umumnya transaksi itu dimasukkan dan sebuah pita atau disk magnetik, kendati secara afternatif bisa juga dimasukkan melalui sebuah terminal. Karena yang dipilih adalah aplikasi yang khas. Maka data itu pertama kali akan diedit dan kemudian diproses untuk memutakhirkan file induk. Hasil operasi pengujian pemrosesan tampak dalam bentuk data tercetak pada ikhtisar keluaran rutin (misalnya, register gaji mingguan) dan kesalahan transaksi yang didaftar pada suatu laporan penyimpangan. Data ikhtisar keluaran dan kesalahan yang ditemukan sebenarnya diperoleh dari operasi pengujian dan kemudian dibandingkan dengan hasil yang diharapkan auditor. Perbandingan ini dapat dilaksanakan secara manual atau secara otomatis oleh sistem komputer.
Sebagai suatu teknik yang membentuk pendekatan Auditing through the  Computer, teknik data uji terbukti bermanfaat. Pendekatan ini memberikan bukti konkret mengenai keandalan, yang dengannya program komputer sebuah perusahaan menyaring dan memproses data transaksi. Penggunaannya memerlukan keahlian komputer minimal bagi pihak auditor. Selanjutnya, pendekatan ini dapat dilaksanakan tanpa mencampuri kegiatan pemrosesan data rutin perusahaan.
     Meskipun demikian, tenik ini mempunyai beberapa keterbatasan, yaitu:
1
. Dalam merencanakan transaksi ujian. auditor sangat mungkin melupakan beberapa kondisi        tertentu yang membutuhkan pengujian. Hal ini khususnya mungkin terjadi jika sistem      pemrosesan yang sedang diuji dan kondisi kesalahan yang mungkin, jumlahnya besar.
2. Data uji bisa sangat mahal dan memakan waktu dalam pengembangannya, khususnya
   dalam hal program sering mengalami perubahan.
3. Teknik tersebut sta
tis karena berfokus pada titik waktu tunggal dan tidak memberikan hasil      yang berkesinambungan.  Oleh karena program cenderung sering berubah, maka hasil     yang diperoleh cepat menjadi usang.
4. Menyelenggarakan pengendalian yang memadai atas pemrosesan
sering dirintangi oleh ketidakpastian. Misalnya, seorang operator komputer yang ahli mungkin mampu menukar       program tanpa dideteksi oleh seorang auditor yang baru saja melek computer.
5. Teknik
ini berfokus pada aplikasi individual, dengan demikian. cenderung tidak             memberikan pengujian yang komprehensif atas keseluruhan rangkaian sistem pemrosesan   transaksi.
6. Teknik
ini tidak dapat dengan mudah digunakan dalam sistem pemrosesan on-line,        Akibatnya tidak hanya data uji menjadi tercampur dengan data hidup pada file on-line,      tetapi tanggapan yang tidak diinginkan pun bisa muncul. Misalnya. barang-barang bisa            dikirimkan atas dasar transaksi penjualan yang digunakan sebagai data uji.

Keterbalasan yang kelima di atas dapat ditanggulangi dengan variasi teknik data uji. Base Case System terdiri da
ri seperangkat transaksi uji komprehensif yang menampung semua sistem pemrosesan transaksi. Sekalipun mampu memberikan sarana untuk menilai keandalan pemrosesan dan keseluruhan system, namun penyusunan base case system sangat mahal. Dalam sebagian besar hal mungkin hal ini hanya layak disusun sebagai produk sampingan dan pengujian sistem selama pengembangan awal sistem informasi.



Teknik Fasilitas Pengujian Terpadu (Integrated Test FaciIity/
ITF)
     ITF yang dikenal juga sebagai teknik perusahaan mini adalah perluasan teknik data uji. Teknik ini melibatkan pemasukan data terpadu; yaitu transaksi uji dimasukkan ke dalam sistem pemrosesan komputer bersamaan dengan transaksi hidup (sesungguhnya). Karena data ini diproses dengan program yang sama, maka transaksi uji mengalami langkah pemrosesan yang sama seperti transaksi hidup. Akan tetapi, transaksi uji diidentifikasikan pada program dengan suatu kode, sehingga hasil pemrosesannya disimpan dalam suatu fasilitas pengujian khusus. Fasilitas pengujian, yang ditetapk an oleh auditor. Terdiri dari file-file berskala kecil (yakni, perusahaan mini). Setiap file terdiri dari record beberapa pelanggan, pemasok, produk, atau kesatuan fiktif lain yang terlibat dalam beberapa aplikasi.
     Auditor memperoleh hasil cetakan record fasilitas pengujian dan hasil-hasil pengujian. Dengan membandingkan hasil cetakan ini dengan hasil yang ditentukan sebelumnya, auditor dapat mengevaluasi seberapa benar program aplikasi memproses transaksi dan seberapa efektif mendeteksi kesalahan. Gambar 5 dibawah ini memperlihatkan ciri- ciri kunci teknik ITF.
Keunggulan-keunggulan teknik ITF adalah:
1. Memungkinkan transaksi uji mensimulasi transaksi hidup lebih dekat. karena transaksi uji          ini dimasukkan secara acak dan berkesinambungan sepanjang tahun. Oleh karena transaksi             uji ini diproses bersama-sama dengan transaksi hidup, maka auditor tidak sangsi lagi         bahwa program produksilah yang melaksanakan pem rosesan itu. Dengan adanya ciri          berkesinambungan ini, perubahan pada program aplikasi diuji langsung apabila sudah   berjalan.
2. Tekntk
ini sangat cocok untuk sistem pemrosesan on-line maupun untuk pemrosesan      tumpuk. Melalui fasilitas pengujian, transaksi uji tetap dipisahkan dan file on-line hidup.        Sebab itu, transaksi uji ini tidak mencemari file hidup atau mengakibatkan inakurasi dalam    total buku besar.
3. Memungk
inkan berbagai aplikasi diuji tanpa lebih banyak upaya daripada yang diperlukan untuk          aplikasi tunggal. Dengan demikian. teknik ini mempertinggi evaluasi sistem pemrosesan secara       keseluruhan dan pengendalian yang terkait.

     Disamping keunggulan di atas. Teknik  ITF mempunyai kelemahan yang signifikan. yaitu:
1. Meskipun biaya yang berkelanjutan tidak begitu tinggi, namun biaya perencanaan awal
transaksi uji adalah tinggi
2. Kode yang diperlukan untuk program aplikas
i guna mengenal transaksi uji menimbulkan           ketidakpastian. Adalah mungkin, misalnya kalau ada karyawan programer yang tidak jujur             menambahkan instruks pada program aplikasi itu, sehingga program tersebut memproses transaksi uji dengan cara yang berbeda dari transaksi hidup. Sebab itu kesahan        pemrosesan selalu diragukan.

Teknik Simulasi Paralel (Paralel Simul ation Technique)
     Teknik mi dikenal juga sebagai teknik model simulasi audit. mensimulasi pemrosesan yang dilaksanakan oleh perusahaan yang sedang diaudit. Simulasi ini memanfaatkan program yang diciptakan oleh auditor, yang sebenarnya adalah suatu model dan salah satu program aplikasi produksi atau lebih yang digunakan secara rutin. Gambar 6 benikut mi menyajikan ciri-ciri kunci simulasi paralel:
     Setelah mengembangkan program simulasi, auditor memasukkan data yang sama yang diproses sebelumnya oleh perusahaan itu. Kemudian data sesungguhnya ini diproses oleh program simulasi tersebut terhadap file induk sesungguhnya yang dimiliki perusahaan. Laporan yang dihasilkan oleh pemrosesan rutin perusahaan atas data yang sama. Perbedaan antara laporan tersebut menunjukk an bahwa program produksi tidak memproses data sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. OIeh karenanya teknik simulasi paralel memeriksa akurasi pemrosesan dari program aplikasi. Disamping itu, teknik simulasi memungkinkan pensahihan keluaran sesungguhnya dan aplikasi sebuah perusahaan. Jadi. teknik ini cocok untuk pengujian substantif maupun untuk pengujian ketaatan.
     Teknik simulasi paralel mempunyai kelemahan besar yang menghambat penggunaannya secara luas atau komprehensif. Mengembangkan program simulasi mungkin merupakan upaya yang memakan waktu dan mahal. Lebih-lebih lagi hanya auditor yang mempunyai keahlian komputer yang cukup kompeten untuk melaksanakan upaya itu. Bahkan seorang auditor yang berpengalaman sekalipun sering mendapat kesulitan dalam menelusuri perbedaan dalam program tersebut. Akibatnya, teknik ini biasanya dibatasi pada segmen kunci program.
Teknik Modul Audit Terpasang (Embedded Audit Module)
     Modul audit terpasang adalah suatu segmen atau modul terprogram yang disiapkan ke dalam program aplikasi untuk memantau dan menghimpun data untuk tujuan audit. Gambar 7 berikut ini memperagakan teknik penggunaan yang paling umum dari modul ini. Pada saat transaksi memasuki komputer, transaksi diedit dan diproses dengan program aplikasi yang tepat. Pada saat yang sama, transaksi dicek oleh modul audit yang terpasang di dalam program. Apabila suatu transaksi memenuhi kondisi tertentu, maka transaksi itu dipilih oleh modul bersangkutan dan disalin pada log audit. Pada selang waktu periodik, isi log itu dicetak untuk ditinjau dan diselidiki oleh auditor.
     Teknik modul audit terpasang cocok terutama untuk pengujian ketaatan atas sistem pemrosesan on-line.  Ini memungkinkan data mengenai transaksi yang penting untuk audit mudah diperoleh, bahkan sekalipun jejak audit agak kabur. Selanjutnya, teknik ini memungkinkan semua pemrosesan dipantau, walaupun tidak berkaitan langsung dengan transaksi individual. Upaya yang tidak berwenang untuk mengakses suatu file induk, untuk memasukkan data transaksi yang palsu, atau untuk membatalkan parameter pemrosesan (misalnya, harga dalam program penagihan) bisa dideteksi dan dicatat.
Beberapa kesulitan dan kelemahan teknik modul audit terpasang, adalah:
a. Waktu tambahan diperlukan untuk memp
roses transaksi karena semua instruksi program            dalam modul harus dilaksanakan untuk setiap transaksi.
b. Perancangan dan implementasi modul bisa mahal
, khususnya jika modul tersebut           ditambahkan setelah program aplikasi sudah ada.
c. Waktu tambahan diperlukan untuk memproses transaksi, karena semua instruksi program           dalam modul harus dilaksanakan untuk setiap transaksi.
d. K
riteria pemilihan transaksi untuk tinjauan audit harus ditetapkan secara seksama oleh   auditor.

     Teknik audit terpasang mempunyai beberapa manfaat dalam situasi audit tertentu, yaitu:
a. Dalam pembe
ritahuan waktu nyata, transaksi terpilih atau akses yang terdeteksi diperagakan pada sebuah terminal auditor pada saat ditangkap oleh modul audit.
b. Dalam
pelabelan” modul audit “melabeli” transaksi dengan petunjuk khusus, sehingga             data mengenai pemrosesan bisa dikumpulkan.
C. Dalam “snapshotting” modul audit menangkap isi bidang penyimpanan primer pada titik-         titik terpilih dalam pemrosesan transaksi terpilih oleh program apikasi bersangkutan.     Snaps hot membantu auditor menemukan kesalahan dalam logika program.
d. Dalam penelusuran, suatu kegunaan sistem perangkat lunak rnenangkap jejak yang
       lengkap dan perintah yang dilaksanakan selama pemrosesan transaksi terpilih. Penelusuran        juga membantu auditor menemukan kesalahan pemrograman dan memahami fungsi program aplikasi secara terinci.

3. Auditing With the Computer
     Auditing With the Computer yaitu audit terhadap suatu penyelenggaraan sistem informasi berbasis komputer dengan menggunakan komputer yang telah dilengkapi dengan software yang dapat membantu auditor untuk menghasilkan output yang digunakan dalam proses audit. Jenis audit ini menggunakan software audit, yang akan membantu auditor dalam mengumpulkan dan mengevaluasi data yang sebagian besar berupa data eletronik. Salah satu software ini adalah teknik audit berbantuan komputer (computer assisted techniques/CAATS). Dengan pendekatan ini audit memfokuskan secara langsung pada tahap pemrosesan, pengeditan, dan pemrograman.
     Audit with the computer dapat diterangkan sekaligus sebagai perangkat lunak audit yaitu program komputer yang digunakan oleh auditor untuk membantu pengujian dan evaluasi keandalan record dan file sebuah perusahaan Perangkat lunak audit dapat digolongkan sebagai terspesialisasi dan tergeneralisasi Perangkat lunak audit terspesialisasi adalah satu atau lebih program khusus yang dirancang oleh auditor agar sesuai dengan situasi audit tertentu. Perangkat lunak jenis ini jarang digunakan, karena penyiapannya memakan waktu serta mahal, dan diperlukan keahlian komputer yang sangat besar pada pihak auditor. Sedangkan perangkat lunak audit tergeneralisasi  (Generalized Audit Software=GAS) adalah seperangkat program yang dapat diterapkan pada berbagai perusahaan dan situasi audit. GAS biasanya dikembangk an oleh perusahaan perangkat lunak, pabrikan komputer, atau kantor akuntan publik sebagai suatu paket. Dengan demikian, auditor pemakai tidak perlu memiliki pengetahuan dalam pemrograman. Paket GAS biasanya dirancang agar mudah digunakan dan disesuaikan dengan bahasa dan kebutuhan auditor.
     Pemrosesan dengan paket GAS umumnya melibatkan sejumlah operasi. Operasi pertama adalah menarik data dan file induk dan file transaksi serta menyimpan data itu pada file kerja audit. Semua operasi selanjutnya menarik data di dalam file keria audit. Jumlah dan jenis operasi berikutnya bergantung pada berbagai fungsi yang ditetapkan dalam program audit. Setelah menerima keluaran dan operator komputer, maka kerja auditor telah dimulai. Sampel item data yang dipilih dan dimasukkan daftar harus ditinjau dan dievalusi. ikhtisamya harus ditelaah, konfirmasi dan jawabannya harus dikirimkan total-totalnya harus diperiksa terhadap perkiraan buku besar, dan seterusnya. Jadi paket GAS tidak dapat menghilangkan kebutuhan akan pengalaman dan penilaian profesional pada pihak auditor. Gambar 8 benkut ini mengilustrasikan fungsi paket GAS tersebut bersama-sama dengan masukan dan keluaran khasnya.

PENUTUP
     Perkembangan teknologi informasi mempunyai dampak yang signifikan terhadap sistem informasi akuntansi, yang telah berpengaruh terhadap pemrosesan transaksi suatu perusahaan, dimana pemrosesan tersebut dilakukan dengan alat bantu komputer. Sistem informasi berbasis komputer merupakan sekelompok perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mengubah data menjadi informasi yang bermanfaat. Informasi adalah salah satu sumber bisnis yang vital untuk kelangsungan dan kontinuitas hidup organisasi bisnis atau yang lebih dikenal dengan sebutan perusahaan. Setiap saat informasi diperlukan baik oleh manajemen maupun pengguna lainnya dalam rangka untuk pengambilan keputusan.
Pemanfaatan teknologi informasi oleh para pemakai makin memudahkan dalam melakukan pekerjaannya, seperti mengubah data akuntansi menjadi informasi dan juga pekerjaan atau kegiatan lainnya. Audit
ing merupakan profesi dalam bidang akuntansi dan seperti halnya profesi lain, ia dinamis dan tidak statis. Ia akan berkembang dan menyesuaikan dirinya dengan kebutuhan pemakai dan profesi tersebut. Oleh karena itu auditor juga dituntut, tidak saja ahli dalam bidang pengauditan, tetapi juga harus mengembangkan keahliannya sebagai expert system yang dapat memahami sistem informasi akuntansi. Sehingga auditor diharapkan mempunyai peran lebih dalam lingkungan teknologi informasi, dan lebih unggul dalam menghadapi kompetisi dengan ahli yang lain.
    Ada tiga pendekatan dan teknik audit dimana pemrosesan datanya menggunakan alat bantu komputer, yaitu Auditing around the computer, Audit through the computer, dan Audit with computer. Dan ketiga pendekatan tersebut, masing-masing mempunyai keunggulan dan kelemahan. Oleh karena itu dalam penerapannya harus disesuaikan dengan kondisi yang ada.
DAMPAK PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI
TERHADAP SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Budiasih
Fakultas Ekonomi Uiversitas Gunadarma

ABSTRAK

            Perkembangan teknologi informasi mempunyai dampak yang sangat besar terhadap sistem informasi akuntansi dalam suatu organisasi bisnis. Dampak yang nyata dirasakan pada pemrosesan data yang mengalami perubahan dan sistem manual digantikan oleh komputer.
            Pemanfaatan teknologi informasi oleh para pemakai makin memudahkan dalam melakukan pekerjaannya. Sebegai contoh adalah pemanfaatan teknologi informasi untuk melaksanakan sejumlah pekerjaan audit yang harus dilakukan oleh seorang auditor. Ada tiga pendekatan dan teknik audit yaitu Auditing around the computer, Auditing through the computer, dan Auditing with the computer. Dengan teknologi terkomputerisasi penuh dapat melaksanakan pemutakhiran harian file transaksi, keluaran, dan file dalam bentuk format terbaca mesin, seperti pita dan disk. Jadi semua memberikan kesempaten kepada auditor untuk menggunakan komputer dalam melaksanakan auditnya. Oleh karena itu auditor dituntut juga untuk menguasai dibidang software, hardware. maupun brainware yang merupakan perangkat keras dan perangkat lunak komputer.

PENDAHULUAN

       Perkembangan teknologi informasi mempunyai dampak yang sangat signif ikan terhadap sistem informasi akuntansi dalam suatu organisasi bisnis. Dampak yang nyata dirasakan adalah pemrosesan data yang mengalami perubahan dan sistem manual digantikan oleh komputer sebagai alat pemrosesan data. Organisasi menggantungkan diri pada sistem informasi untuk mempertahankan kemampuan berkompetisi. Informasi pada dasarnya adalah sumber daya seperti halnya pabrik dan peralatan. Produktivitas, sebagai suatu hal yang penting agar tetap kompetitif, dapat ditingkatkan rnelalui sistem informasi yang lebih baik. Akuntansi, sebagai suatu sistem informasi, mengidentifikasikan, mengumpulkan, dan mengkomunikasikan informasi ekonomik mengenai suatu badan usaha kepada berbagai pihak.
       Sistem informasi akuntansi berbasis komputer dirancang untuk mengubah data akuntansi menjadi informasi. Atau merupakan sebuah rangkaian prosedur formal dimana data dikumpulkan dan diproses menjadi informasi, dan didistrbusikan kepada para pemakai. Informasi adalah salah satu sumber daya bisnis yang vital untuk kelangsungan dan kontinuitas hidup perusahaan. Dalam dunia bisnis, informasi dapat berasal dari intern maupun ekstern perusahaan. Setiap saat informasi diperlukan baik oleh manajemen maupun pengguna lainnya dalam rangka untuk pengambilan    keputusan.
       Pemakai informasi akuntansi dapat dibagi dalam dua kelompok besar yaitu ekstern dan intern. Pemakai ekstern mencakup pemegang saham, investor, kreditur, pemerintah, pelanggan, dan pemasok, pesaing, serikat pekerja dan masyarakat secara keseluruhan. Pemakai ekstern menerima dan tergantung pada beragam keluaran dan sistem informasi akuntansi suatu organisasi. Sebagian keluaran ini bersifat rutin, seperti transaksi hutang dagang dengan pemasok, membutuhkan keluaran seperti pesanan pembelian dan cek dan SIA organisasi yang bersangkutan. Pelanggan menerima tagihan dan kemudian melakukan pembayaran, yang diproses dalam SIA. Karyawan menerima pembayaran gaji dan data yang berhubungan; pemegang saham menerima cek deviden dan informasi rutin mengenai transaksi   saham.
       Pemakai informasi intern terutama para manajer, kebutuhannya bervaniasi tergantung pada tingkatannya dalam organisasi atau terhadap fungsi yang mereka jalankan. Gambar 1 menyajikan karakteristik informasi yang relevan terhadap manajer tingkat bawah, menengah dan atas dalam organisasi.

Manajer tingkat atas umumnya berkepentingan terhadap perencanaan dan pengendalian strategis jangka panjang. Laporan akuntansi kepada manajemen tingkat atas berisi ikhtisar dan garis besar masalah seperti total penjualan kuartalan berdasarkan lini produk atau divisi. Manajer tingkat menengah membutuhkan yang lebih rinci, seperti penjualan harian atau mingguan berdasarkan lini produk, karena lingkup pengendalian mereka lebih sempit. Manajer tingkat bawah umumnya menerima informasi yang relevan pada sub unit tertentu, seperti total penjualan departemen X. Karyawan di tingkat yang lebih rendah, seperti klerk, memproses data transaksi penjualan dan penggajian, yang dengan demikian, secara konstan akan berhubungan dengan data rinciannya.
       Pembuatan informasi yang berguna dibatasi oleh lingkungan SIA dan struktur manfaat dan biaya yang melekat pada keputusan pemakai. Ketidakpastian lingkungan dimana informasi dikembangkan dan disajikan menyebabkan dibutuhkannya estimasi dan penyesuaian. Tidak ada sistem informasi yang dapat menghindari segi-segi praktis penyajian informasi. Jika biaya pembuatan informasi lebih besar dari kegunaannya bagi pemakai, maka tidak praktis untuk menyajikan informasi tersebut.


AKUNTANSI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

       Auditor dalam melaksanakan pekerjaannya sebenarya melakukan pemeriksaan terhadap data yang telah diproses oleh manajemen. Karena auditor memeriksa data. dan data yang diperiksa tidak hanya sekedar data. akan tetapi data untuk memeriksa laporan keuangan juga harus diperiksa, sehingga pekerjaan auditor dalam komputer yang biasa dikenal dengan audit dalam lingkungan electric data processing, memerlukan keahlian khusus baik dibidang hardware, software maupun brainware yang merupakan perangkat keras ataupun lunak dari komputer. Sebagaimana dalam lingkungan manual, auditor dalam pemeriksaan juga mencakup pengujian terhadap pengendalian dan saldo akun. Khususnya pengujian pengendalian auditor, harus melakukan pengujian baik pengujian umum ataupun pengujian akuntansi. Pengujian umum, adalah pengujiian terhadap pengendalian yang berhubungan dengan semua aktivitas yang melibatkan sistem informasi dan sumber daya informasi akuntansi perusahaan yang meliputi lingkungan pengendalian, penilaian resiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi serta monitoring. Sedangkan pengendalian akuntansi adalah pengujian terhadap pengendalain yang berhubungan dengan tugas atau transaksi akuntansi.

Pendekatan dan Teknik Audit
       Proses auditing sistem informasi dengan sistem manual pada dasarnya adalah sama, yang membedakan adalah auditing manual tidak menggunakan computer, sedangkan auditing sistem informasi didalam pemrosesan transaksi menggunakan alat bantu komputer yaitu dalam magnetic disk atau disk. Sebagai akibatnya terdapat beberapa pendekatan untuk melakukan audit dimana pemrosesan datanya menggunakan alat bantu komputer.
Ada tiga pendekatan utama terhadap auditing berdasarkan komputer , yaitu:

1. Auditing Around the Computer
       Auditing Around the Computer yaitu audit terhadap suatu penyelenggaraan sistem informasi berbasis komputer tanpa menggunakan kemampuan dan peralatan itu sendiri. Audit terjadi sebelum dilakukan pemeriksaan secara langsung terhadap data ataupun program yang ada didalam program itu sendiri. Pendekatan ini memfokuskan pada input dan output, sehingga tidak perlu memperhatikan pemrosesan komputer karena pada prinsipnya input yang benar akan menghasilkan output yang benar, sehingga asumsi yang digunakan oleh auditor, jika dalam memeriksa output menunjukkan hasil yang benar dari seperangkat input pada sistem pemrosesan, maka operasi pemrosesan transaksi dianggap benar.  Audit dengan pendekatan ini dapat diterapkan dalam kondisi jejak audit lengkap dan dapat dilihat, proses operasi secara relatif langsung, tidak sulit dan volume transaksi yang rendah dan dokumentasi lengkap. Teknik kunci yang digunakan dalam pendekatan ini adalah penelusuran transaksi terpilih mulai dan dokumen sumber sampai ke perkiraan dan laporan ikhtisar dan sebaliknya. Karena teknik ini mengabaikan komputer dan diturunkan dari teknik umum yang digunakan dalam mengaudit sistem manual, maka auditor tidak membutuhkan pengetahuan tambahan untuk menerapkannya.
       Untuk menerapkan teknik ini, pertama auditor meninjau dan menguji pengendalian masukan, seperti penomoran dokumen. Kemudian dia secara manual menghitung hasil yang diharapkan dari pemrosesan kelompok transaksi terpilih tersebut. Akhirnya auditor membandingkan hasil sesungguhnya. seperti yang diperlihatkan dalam laporan ikhtisar yang mencerminkan saldo perkiraan dengan hasil yang dihitung secara manual.

       Pendekatan Auditing Around the Computer dapat diterapkan dengan layak hanya jika dua    kondisi       dibawah ini             terpenuhi,yaitu:
a. Jejak audit yang lengkap dan terlihat diselenggarakan. Dokumen sumber dan buku harian harus tersedia, Juga acuan pada setiap transaks
i harus dicatat pada buku harian, buku besar, dan laporan ikhtisar: acuan mi Sebaiknya mencakup nomor dokumen dan identifikasi lain yang mengaitkan kembali ke transaksi sebelumnya yang mempengaruhi perkiraan yang sama.
b. Dokumentasi yang lengkap, seperti bagan arus sistem, tata letak file
, dan manual program, tersedia bagi auditor.
Kedua kondisi ini paling mungkin ditemukan dalam sistem yang melibatkan operasi pemrosesan tumpuk yang independen. Dokumen sumber digunakan hampir seragam dalam aplikasi    semacam          itu.
       Keunggulan utama dan pendekatan Auditing Around the Computer adalah mudah diterapkan, ekonomis, dan tidak membutuhkan pengetahuan komputer. Kelemahan utamanya ialah bahwa pendekatan ini tidak memungkinkan diambilnya kesimpulan yang mantap tentang bagaimana program pemrosesan menangani data yang salah. Sebagai contoh, pendekatan mi tidak menunjukkan bagaimana program hutang usaha akan memproses selembar faktur dan pemasok fiktif. Jadi, pendekatan tersebut tidak mengungkapkan kelemahan            yang    mungkin          dalam       pengecakan     terprogram.

2.    Auditing   Through   the  Computer
       Auditng Through the computer yaitu audit terhadap suatu penyelenggaraan sistem informasi berbasis komputer dengan menggunakan fasilitas komputer yang sama dengan yang digunakan dalam pemrosesan data. Pendekatan ini dapat menggunakan perangkat lunak dalam bentuk specialized audit software (SAS)
dan generalized audit software (GAS). Tujuan audit dengan pendekatan ini adalah memeriksa kebenaran software aplikasi yang digunakan. Kebenaran ini dapat berupa kebenaran perhitungan dan memastikan keandalan kendali-kendali aplikasi yang terdapat pada program aplikasi. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa jika sistem pemrosesan temyata mengandung pengendalian yang memad ai, maka kesalahan dan penyimpangan tidak mungkin luput dari pendeteksian, akibatnya keluaran secara layak dapat diterima sebagai andal.
       Pendekatan Auditing Through the Computer harus digunakan bila pendekatan Auditing Around the Computer tidak cocok atau tidak mencukupi. Jadi, pendekatan ini harus diterapkan bila pemrosesan komputer rumit dan/atau melibatkan banyak file, bila jejak audit terpecah atau kabur, atau bila dokumentasinya buruk. Pendekatan ini dapat diterapkan bersama-sama dengan pendekatan Auditing Around the Computer untuk memberikan kepastian yang lebih besar kecuali jika biaya pendekatan gabungan tersebut lebih besar ketimbang manfaat tambahan yang diterima.
       Pendekatan Auditing Through the Computer melingkupi segugusan teknik. Termasuk dalam gugusan ini adalah data uji, fasilitas pengujian terpadu. simulasi paralel dan teknik modul         audit    terpasang.

Teknik
Data Uji
       Teknik yang paling umum bagi auditing melalui komputer adalah teknik data up. Teknik ini langsung memeriksa sistem pemrosesan dengan menggunakan transaksi up. Pada umumnya pendekatan ini menguji kemampuan satu atau lebih program aplikasi untuk memproses data secara benar dan untuk mendeteksi kesalahan serta penyimpangan yang mungkin dalam data transaksi. Gambar 3 berikut ini membedakan teknik data uji, yang menggambarkan pendekatan Auditing Through the Computer dengan pendekatan Audit Around the Computer yang dibahas sebelumnya.
Sebagaimana ditunjukkan dalam Gambar 3 diatas, transaksi  dimasukkan untuk  diproses oleh salah satu program aplikasi perusahaan. Umumnya transaksi itu dimasukkan dan sebuah pita atau disk magnetik, kendati secara afternatif bisa juga dimasukkan melalui sebuah terminal. Karena yang dipilih adalah aplikasi yang khas. Maka data itu pertama kali akan diedit dan kemudian diproses untuk memutakhirkan file induk. Hasil operasi pengujian pemrosesan tampak dalam bentuk data tercetak pada ikhtisar keluaran rutin (misalnya, register gaji mingguan) dan kesalahan transaksi yang didaftar pada suatu laporan penyimpangan. Data ikhtisar keluaran dan kesalahan yang ditemukan sebenarnya diperoleh dari operasi pengujian dan kemudian dibandingkan dengan hasil yang diharapkan auditor. Perbandingan ini dapat dilaksanakan secara manual atau secara otomatis oleh sistem komputer.
Sebagai suatu teknik yang membentuk pendekatan Auditing through the  Computer, teknik data uji terbukti bermanfaat. Pendekatan ini memberikan bukti konkret mengenai keandalan, yang dengannya program komputer sebuah perusahaan menyaring dan memproses data transaksi. Penggunaannya memerlukan keahlian komputer minimal bagi pihak auditor. Selanjutnya, pendekatan ini dapat dilaksanakan tanpa mencampuri kegiatan pemrosesan data rutin perusahaan.
     Meskipun demikian, tenik ini mempunyai beberapa keterbatasan, yaitu:
1
. Dalam merencanakan transaksi ujian. auditor sangat mungkin melupakan beberapa kondisi        tertentu yang membutuhkan pengujian. Hal ini khususnya mungkin terjadi jika sistem      pemrosesan yang sedang diuji dan kondisi kesalahan yang mungkin, jumlahnya besar.
2. Data uji bisa sangat mahal dan memakan waktu dalam pengembangannya, khususnya
   dalam hal program sering mengalami perubahan.
3. Teknik tersebut sta
tis karena berfokus pada titik waktu tunggal dan tidak memberikan hasil      yang berkesinambungan.  Oleh karena program cenderung sering berubah, maka hasil     yang diperoleh cepat menjadi usang.
4. Menyelenggarakan pengendalian yang memadai atas pemrosesan
sering dirintangi oleh ketidakpastian. Misalnya, seorang operator komputer yang ahli mungkin mampu menukar       program tanpa dideteksi oleh seorang auditor yang baru saja melek computer.
5. Teknik
ini berfokus pada aplikasi individual, dengan demikian. cenderung tidak             memberikan pengujian yang komprehensif atas keseluruhan rangkaian sistem pemrosesan   transaksi.
6. Teknik
ini tidak dapat dengan mudah digunakan dalam sistem pemrosesan on-line,        Akibatnya tidak hanya data uji menjadi tercampur dengan data hidup pada file on-line,      tetapi tanggapan yang tidak diinginkan pun bisa muncul. Misalnya. barang-barang bisa            dikirimkan atas dasar transaksi penjualan yang digunakan sebagai data uji.

Keterbalasan yang kelima di atas dapat ditanggulangi dengan variasi teknik data uji. Base Case System terdiri da
ri seperangkat transaksi uji komprehensif yang menampung semua sistem pemrosesan transaksi. Sekalipun mampu memberikan sarana untuk menilai keandalan pemrosesan dan keseluruhan system, namun penyusunan base case system sangat mahal. Dalam sebagian besar hal mungkin hal ini hanya layak disusun sebagai produk sampingan dan pengujian sistem selama pengembangan awal sistem informasi.



Teknik Fasilitas Pengujian Terpadu (Integrated Test FaciIity/
ITF)
     ITF yang dikenal juga sebagai teknik perusahaan mini adalah perluasan teknik data uji. Teknik ini melibatkan pemasukan data terpadu; yaitu transaksi uji dimasukkan ke dalam sistem pemrosesan komputer bersamaan dengan transaksi hidup (sesungguhnya). Karena data ini diproses dengan program yang sama, maka transaksi uji mengalami langkah pemrosesan yang sama seperti transaksi hidup. Akan tetapi, transaksi uji diidentifikasikan pada program dengan suatu kode, sehingga hasil pemrosesannya disimpan dalam suatu fasilitas pengujian khusus. Fasilitas pengujian, yang ditetapk an oleh auditor. Terdiri dari file-file berskala kecil (yakni, perusahaan mini). Setiap file terdiri dari record beberapa pelanggan, pemasok, produk, atau kesatuan fiktif lain yang terlibat dalam beberapa aplikasi.
     Auditor memperoleh hasil cetakan record fasilitas pengujian dan hasil-hasil pengujian. Dengan membandingkan hasil cetakan ini dengan hasil yang ditentukan sebelumnya, auditor dapat mengevaluasi seberapa benar program aplikasi memproses transaksi dan seberapa efektif mendeteksi kesalahan. Gambar 5 dibawah ini memperlihatkan ciri- ciri kunci teknik ITF.
Keunggulan-keunggulan teknik ITF adalah:
1. Memungkinkan transaksi uji mensimulasi transaksi hidup lebih dekat. karena transaksi uji          ini dimasukkan secara acak dan berkesinambungan sepanjang tahun. Oleh karena transaksi             uji ini diproses bersama-sama dengan transaksi hidup, maka auditor tidak sangsi lagi         bahwa program produksilah yang melaksanakan pem rosesan itu. Dengan adanya ciri          berkesinambungan ini, perubahan pada program aplikasi diuji langsung apabila sudah   berjalan.
2. Tekntk
ini sangat cocok untuk sistem pemrosesan on-line maupun untuk pemrosesan      tumpuk. Melalui fasilitas pengujian, transaksi uji tetap dipisahkan dan file on-line hidup.        Sebab itu, transaksi uji ini tidak mencemari file hidup atau mengakibatkan inakurasi dalam    total buku besar.
3. Memungk
inkan berbagai aplikasi diuji tanpa lebih banyak upaya daripada yang diperlukan untuk          aplikasi tunggal. Dengan demikian. teknik ini mempertinggi evaluasi sistem pemrosesan secara       keseluruhan dan pengendalian yang terkait.

     Disamping keunggulan di atas. Teknik  ITF mempunyai kelemahan yang signifikan. yaitu:
1. Meskipun biaya yang berkelanjutan tidak begitu tinggi, namun biaya perencanaan awal
transaksi uji adalah tinggi
2. Kode yang diperlukan untuk program aplikas
i guna mengenal transaksi uji menimbulkan           ketidakpastian. Adalah mungkin, misalnya kalau ada karyawan programer yang tidak jujur             menambahkan instruks pada program aplikasi itu, sehingga program tersebut memproses transaksi uji dengan cara yang berbeda dari transaksi hidup. Sebab itu kesahan        pemrosesan selalu diragukan.

Teknik Simulasi Paralel (Paralel Simul ation Technique)
     Teknik mi dikenal juga sebagai teknik model simulasi audit. mensimulasi pemrosesan yang dilaksanakan oleh perusahaan yang sedang diaudit. Simulasi ini memanfaatkan program yang diciptakan oleh auditor, yang sebenarnya adalah suatu model dan salah satu program aplikasi produksi atau lebih yang digunakan secara rutin. Gambar 6 benikut mi menyajikan ciri-ciri kunci simulasi paralel:
     Setelah mengembangkan program simulasi, auditor memasukkan data yang sama yang diproses sebelumnya oleh perusahaan itu. Kemudian data sesungguhnya ini diproses oleh program simulasi tersebut terhadap file induk sesungguhnya yang dimiliki perusahaan. Laporan yang dihasilkan oleh pemrosesan rutin perusahaan atas data yang sama. Perbedaan antara laporan tersebut menunjukk an bahwa program produksi tidak memproses data sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. OIeh karenanya teknik simulasi paralel memeriksa akurasi pemrosesan dari program aplikasi. Disamping itu, teknik simulasi memungkinkan pensahihan keluaran sesungguhnya dan aplikasi sebuah perusahaan. Jadi. teknik ini cocok untuk pengujian substantif maupun untuk pengujian ketaatan.
     Teknik simulasi paralel mempunyai kelemahan besar yang menghambat penggunaannya secara luas atau komprehensif. Mengembangkan program simulasi mungkin merupakan upaya yang memakan waktu dan mahal. Lebih-lebih lagi hanya auditor yang mempunyai keahlian komputer yang cukup kompeten untuk melaksanakan upaya itu. Bahkan seorang auditor yang berpengalaman sekalipun sering mendapat kesulitan dalam menelusuri perbedaan dalam program tersebut. Akibatnya, teknik ini biasanya dibatasi pada segmen kunci program.
Teknik Modul Audit Terpasang (Embedded Audit Module)
     Modul audit terpasang adalah suatu segmen atau modul terprogram yang disiapkan ke dalam program aplikasi untuk memantau dan menghimpun data untuk tujuan audit. Gambar 7 berikut ini memperagakan teknik penggunaan yang paling umum dari modul ini. Pada saat transaksi memasuki komputer, transaksi diedit dan diproses dengan program aplikasi yang tepat. Pada saat yang sama, transaksi dicek oleh modul audit yang terpasang di dalam program. Apabila suatu transaksi memenuhi kondisi tertentu, maka transaksi itu dipilih oleh modul bersangkutan dan disalin pada log audit. Pada selang waktu periodik, isi log itu dicetak untuk ditinjau dan diselidiki oleh auditor.
     Teknik modul audit terpasang cocok terutama untuk pengujian ketaatan atas sistem pemrosesan on-line.  Ini memungkinkan data mengenai transaksi yang penting untuk audit mudah diperoleh, bahkan sekalipun jejak audit agak kabur. Selanjutnya, teknik ini memungkinkan semua pemrosesan dipantau, walaupun tidak berkaitan langsung dengan transaksi individual. Upaya yang tidak berwenang untuk mengakses suatu file induk, untuk memasukkan data transaksi yang palsu, atau untuk membatalkan parameter pemrosesan (misalnya, harga dalam program penagihan) bisa dideteksi dan dicatat.
Beberapa kesulitan dan kelemahan teknik modul audit terpasang, adalah:
a. Waktu tambahan diperlukan untuk memp
roses transaksi karena semua instruksi program            dalam modul harus dilaksanakan untuk setiap transaksi.
b. Perancangan dan implementasi modul bisa mahal
, khususnya jika modul tersebut           ditambahkan setelah program aplikasi sudah ada.
c. Waktu tambahan diperlukan untuk memproses transaksi, karena semua instruksi program           dalam modul harus dilaksanakan untuk setiap transaksi.
d. K
riteria pemilihan transaksi untuk tinjauan audit harus ditetapkan secara seksama oleh   auditor.

     Teknik audit terpasang mempunyai beberapa manfaat dalam situasi audit tertentu, yaitu:
a. Dalam pembe
ritahuan waktu nyata, transaksi terpilih atau akses yang terdeteksi diperagakan pada sebuah terminal auditor pada saat ditangkap oleh modul audit.
b. Dalam
pelabelan” modul audit “melabeli” transaksi dengan petunjuk khusus, sehingga             data mengenai pemrosesan bisa dikumpulkan.
C. Dalam “snapshotting” modul audit menangkap isi bidang penyimpanan primer pada titik-         titik terpilih dalam pemrosesan transaksi terpilih oleh program apikasi bersangkutan.     Snaps hot membantu auditor menemukan kesalahan dalam logika program.
d. Dalam penelusuran, suatu kegunaan sistem perangkat lunak rnenangkap jejak yang
       lengkap dan perintah yang dilaksanakan selama pemrosesan transaksi terpilih. Penelusuran        juga membantu auditor menemukan kesalahan pemrograman dan memahami fungsi program aplikasi secara terinci.

3. Auditing With the Computer
     Auditing With the Computer yaitu audit terhadap suatu penyelenggaraan sistem informasi berbasis komputer dengan menggunakan komputer yang telah dilengkapi dengan software yang dapat membantu auditor untuk menghasilkan output yang digunakan dalam proses audit. Jenis audit ini menggunakan software audit, yang akan membantu auditor dalam mengumpulkan dan mengevaluasi data yang sebagian besar berupa data eletronik. Salah satu software ini adalah teknik audit berbantuan komputer (computer assisted techniques/CAATS). Dengan pendekatan ini audit memfokuskan secara langsung pada tahap pemrosesan, pengeditan, dan pemrograman.
     Audit with the computer dapat diterangkan sekaligus sebagai perangkat lunak audit yaitu program komputer yang digunakan oleh auditor untuk membantu pengujian dan evaluasi keandalan record dan file sebuah perusahaan Perangkat lunak audit dapat digolongkan sebagai terspesialisasi dan tergeneralisasi Perangkat lunak audit terspesialisasi adalah satu atau lebih program khusus yang dirancang oleh auditor agar sesuai dengan situasi audit tertentu. Perangkat lunak jenis ini jarang digunakan, karena penyiapannya memakan waktu serta mahal, dan diperlukan keahlian komputer yang sangat besar pada pihak auditor. Sedangkan perangkat lunak audit tergeneralisasi  (Generalized Audit Software=GAS) adalah seperangkat program yang dapat diterapkan pada berbagai perusahaan dan situasi audit. GAS biasanya dikembangk an oleh perusahaan perangkat lunak, pabrikan komputer, atau kantor akuntan publik sebagai suatu paket. Dengan demikian, auditor pemakai tidak perlu memiliki pengetahuan dalam pemrograman. Paket GAS biasanya dirancang agar mudah digunakan dan disesuaikan dengan bahasa dan kebutuhan auditor.
     Pemrosesan dengan paket GAS umumnya melibatkan sejumlah operasi. Operasi pertama adalah menarik data dan file induk dan file transaksi serta menyimpan data itu pada file kerja audit. Semua operasi selanjutnya menarik data di dalam file keria audit. Jumlah dan jenis operasi berikutnya bergantung pada berbagai fungsi yang ditetapkan dalam program audit. Setelah menerima keluaran dan operator komputer, maka kerja auditor telah dimulai. Sampel item data yang dipilih dan dimasukkan daftar harus ditinjau dan dievalusi. ikhtisamya harus ditelaah, konfirmasi dan jawabannya harus dikirimkan total-totalnya harus diperiksa terhadap perkiraan buku besar, dan seterusnya. Jadi paket GAS tidak dapat menghilangkan kebutuhan akan pengalaman dan penilaian profesional pada pihak auditor. Gambar 8 benkut ini mengilustrasikan fungsi paket GAS tersebut bersama-sama dengan masukan dan keluaran khasnya.

PENUTUP
     Perkembangan teknologi informasi mempunyai dampak yang signifikan terhadap sistem informasi akuntansi, yang telah berpengaruh terhadap pemrosesan transaksi suatu perusahaan, dimana pemrosesan tersebut dilakukan dengan alat bantu komputer. Sistem informasi berbasis komputer merupakan sekelompok perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mengubah data menjadi informasi yang bermanfaat. Informasi adalah salah satu sumber bisnis yang vital untuk kelangsungan dan kontinuitas hidup organisasi bisnis atau yang lebih dikenal dengan sebutan perusahaan. Setiap saat informasi diperlukan baik oleh manajemen maupun pengguna lainnya dalam rangka untuk pengambilan keputusan.
Pemanfaatan teknologi informasi oleh para pemakai makin memudahkan dalam melakukan pekerjaannya, seperti mengubah data akuntansi menjadi informasi dan juga pekerjaan atau kegiatan lainnya. Audit
ing merupakan profesi dalam bidang akuntansi dan seperti halnya profesi lain, ia dinamis dan tidak statis. Ia akan berkembang dan menyesuaikan dirinya dengan kebutuhan pemakai dan profesi tersebut. Oleh karena itu auditor juga dituntut, tidak saja ahli dalam bidang pengauditan, tetapi juga harus mengembangkan keahliannya sebagai expert system yang dapat memahami sistem informasi akuntansi. Sehingga auditor diharapkan mempunyai peran lebih dalam lingkungan teknologi informasi, dan lebih unggul dalam menghadapi kompetisi dengan ahli yang lain.
    Ada tiga pendekatan dan teknik audit dimana pemrosesan datanya menggunakan alat bantu komputer, yaitu Auditing around the computer, Audit through the computer, dan Audit with computer. Dan ketiga pendekatan tersebut, masing-masing mempunyai keunggulan dan kelemahan. Oleh karena itu dalam penerapannya harus disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Tidak ada komentar: