05/12/12

KEGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI BAGI INVESTOR DAN KREDITUR


Badan Standar Akuntansi Keuangan (FASB - Finnancial Accounting Standard Board) mengenal keberadaan berbagai macam kelompok pengguna informasi akuntansi (Pembahasan Bab 7). Walaupun demikian, dalam praktek FASB hanya berfokus pada apa yang disebut sebagai kelompok pengguna utama (dalam hal ini adalah investor dan kreditur) yang diasumsikan merupakan pihak yang sangat tertarik pada jumlah, waktu dan ketidakpastian arus kas pada masa akan datang. Secara rasional investor dan kreditur berfokus pada penguna lain (seperti pemerintah, badan pengatur suku utilitas, dsb.) yang memiliki kesamaan ketertarikan dengan investor dan kreditur atau dengan kata lain mendapatkan informasi alternatif lainnya. Perhitungan FASB terhadap biaya dan keuntungan memiliki kesamaan larangan terhadap keuntungan investor dan kreditur, dan perhitungan biaya hanya diperuntukkan untuk produsen saja.

Tujuan bab ini adalah menganalisa bukti teoritis dan empiris dari kegunaan data akuntansi keuangan bagi pengguna. Ketika kita berfokus secara luas pada kelompok pengguna informasi utama menurut FASB – investor dan kreditur – kita berharap untuk mencatat bahwa ini merupakan sudut pandang yang luas, ini merupakan kelompok yang cukup besar. Investor termasuk pemegang saham secara individu dan institusional, pemegang keuntungan yang berhadapan dengan hutang (seperti pemegang obligasi, institusi keuangan, dsb.), dan direktur, yang bertindak sebagai pemilik saham. Walaupun mereka tidak seperti para investor, para analisis modal membuat kegunaan laporan keuangan secara luas dan sebagai bagian kesatuan dalam proses investasi.

Kreditur secara garis besar adalah supplier dari bahan baku dan jasa (accounts payable). Mereka membutuhkan informasi keuangan mengenai pelanggan mereka untuk menentukan keadaan kredit. Walaupun demikian, dalam pandangan secara luas, kreditur juga dapat dimasukkan dalam petugas pajak/otoritas pajak (pajak yang akan dibayar) dan individu atau entitas lainnya yang mempunyai kewenangan atas para pemegang saham perusahaan.
LABA, DIVIDEN, DAN HARGA SAHAM
Salah satu kegunaan utama data akuntansi berhubungan dengan penilaian akuntansi. Pada bagian ini, kita akan melakukan pengamatan terhadap model yang berhubungan dengan laba, dividen, dan harga saham. Ketika kita melakukan diskusi terhadap arus kas, kita akan mendiskusikan bahan ini secara lebih detail pada bab 13.
           
Laba dan Dividen

Lintner menjelaskan hasil dari rangkaian wawancara dengan beberapa manajer perusahaan mengenai penentuan kebijakan dividen mereka. Manajer mengidentifikasikan/menentukan bahwa perubahan utama dalam laba “permanen” menjadi faktor penentu yang paling penting dalam menentukan dividen perusahaan. Setelah memberikan pertimbangan secara serius terhadap rasio penetapan target pembayaran yang ingin dicapai dan rasio pembayaran saat ini, manajer menyesuaikan dividen untuk merefleksikan perubahan pada laba “permanen”. Sejak manajer melihat nilai para pemegang saham berdasarkan arus dividen, para menajer membuat penyesuaian tarif pembayaran dividen secara bertahap. Secara lebih jauh, kebanyakan manajer menghindari melakukan perubahan terhadap dividen yang mempunyai probabilitas/kemungkinan signifikan untuk dibeli pada masa yang akan datang. Memberikan perhatian yang serius dan pandangan ke depan terhadap keputusan kebijakan dividen, investor mempertimbangkan kas dividen sebagai sinyal yang meyakinkan terhadap kinerja masa yang akan datang. Kita mengatakan bahwa perubahan dalam kas dividen mempunyai bobot informasi.

Kas dividen merupakan arus kas yang diterima oleh penanam saham dari dividen—pembayaran atas saham. Sebagai contoh, harga saham (Po) dapat dimodelkan sebagai nilai masa kini dan dividen masa yang akan datang yang diharapkan, atau
Persamaan 8.1:           
Ket: Dt  =  dividen yang diharapkan pada waktu t
         r   =  tingkat pengembalian yang diharapkan oleh pemegang saham.
Jika dividen kas yang diharapkan bertumbuh pada tingkat yang konstan (g), nilai saat ini dari dividen masa depan yang diharapkan mungkin menunjukkan nilai saat ini yang akan bertumbuh secara berkelanjutan.
Persamaan 8.2:
Agar suatu perusahaan berada dalam kondisi ekuilibrium (keseimbangan), dividen masa depan yang diharapkan dapat ditunjukkan dalam konstanta rasio pembayaran dividen (PO) dan laba per saham pada waktu t (EPSt)…… hal ini dapat menyebabkan kita menulis ulang persamaan 8.1 sebagai: 
Persamaan 8.3
Dan Persamaan 8.2 sebagai:
Persamaan 8.4:
Dalam bentuk ini kita dapat mengatakan bahwa harga saham sama dengan nilai saat ini (nilai kapitalisasi) dari pendapatan masa depan yang diharapkan, disesuaikan oleh rasio pembayaran dividen. Ketika kita memulai dengan model diskon dividen, kita sekarang mempunyai model pendapatan dari penilaian saham. Berdasarkan relasi yang diberikan pada kas dividen, hal ini tidak mengejutkan pendapatan masa depan mempunyai dampak utama terhadap harga saham.


Memprediksi Dividen Dari Laba Saat Ini
            Beaver menggunakan model penilaian dividen untuk memformulasikan peran pendapatan akuntansi dalam menentukan nilai perusahaan (persamaan 8.1).  Secara lebih jauh, dividen masa yang akan datang sendiri mempunyai fungsi pendapatan masa akan datang (persamaan 8.3). Terlebih lagi, pendapatan akuntansi saat ini berguna dalam memprediksikan laba masa depan. Seperti pendapatan saat ini mempunyai nilai dalam memprediksikan dividen  masa depan melalui nilainya sendiri utnuk memprediksikan laba masa depan. Nilai prediksi ini merupakan salah satu perdebatan utama untuk relenvansi informasi akuntansi (lihat diskusi SFAC No. 2 dalam chapter 7).
Menghubungkan Titik Dari Laba Ke Harga Saham
            Bekerja dalam ekonomi keuangan mempertimbangkan teori tentang nilai dari perusahaan membawa kembali karya seminal dari Miller & Modigliani di mana mereka berpendapat bahwa kebijakan dividen tidak sesuai (relevan) dengan penilaian perusahaan. Mengabaikan dampak yang rumit dari pajak, mereka menunjukkan bahwa nilai dari perusahaan itu sama dengan nilai saat ini dari arus kas bersih yang diharapkan di masa yang akan datang. Arus kas bersih tiap periode didefinisikan sebagai arus kas operasional dikurangi dengan investasi tunai/kas dalam asset (ini merupakan definisi yang sama yang digunakan untuk analisis penganggaran modal).
            Model arus kas bersih Miller dan Modigliani awalnya sebuah kepastian yang sama dengan model ekuivalen tetapi telah dikembangkan untuk beberapa model umum untuk mencerminkan ketidakpastian arus kas operasional masa akan datang. Ketertarikan penilaian model arus kas untuk akuntansi dikelompokkan langsung pada sistem akuntansi; arus kas secara eksplisit diukur dalam sistem akuntansi. Secara kontras, dividen merupakan permasalahan kebijakan perusahaan dan bukan merupakan fungsi langsung dari sistem akuntansi. Kita dapat membuat keterkaitan lebih jauh antara arus kas dan pengambilan keputusan pada bab 13.
Secara menarik, FASB secara implisit mengadopsi model penilaian arus kas. Dalam SFAC No.1,  Objectives Of Financial Reporting By Business Enterprises, peran laporan keuangan dikarakteristikkan sebagai bantuan untuk para investor, kreditur, dan pihak lainnya dalam memeriksa jumlah, waktu dan ketidakpastian dari prospektif arus kas bersih perusahaan. Lebih jauh, FASB menegaskan bahwa khususnya sistem akuntansi akrual dan jumlah pendapatan akrual, adalah berguna untuk tujuan ini daripada sistem cash-based sederhana. “Akuntansi akrual pada umumnya memberikan petunjuk (indikasi) yang lebih baik dari perusahaan saat ini dan melanjutkan kemampuan untuk menghasilkan arus kas yang diinginkan dari informasi yang terbatas pada dampak keuangan dari penerimaan dan pembayaran kas.
Baever menyetujui penegasan ini dan berpendapat bahwa “sebuah akrual dapat dipandang sebagai bentuk prediksi mengenai masa depan….” Terdapat bukti empiris mengenai arus kas masa depan lebih baik diprediksi menggunakan data akrual dibandingkan dengan data arus kas. Sebagai tambahan, dalam pembelajaran pasar saham, harga surat-surat berharga memiliki hubungan yang lebih tinggi dengan pendapatan akrual daripada arus kas sendiri atau arus modal kerja. Beberapa pembelajaran telah mencatat bahwa perubahan dalam laporan laba akuntansi berdampak pada nilai perusahaan dan sahamnya. Hal ini tidak mengejutkan jika sudut pandang investor terhadap perubahan adalah tetap pada masa akan datang. Seperti harapan arus kas masa yang akan datang seharusnya juga terpengaruh; sehingga, penjelasan untuk perubahan harga saham sebagai fungsi perubahan laba yang diharapkan.
Implikasi dari literatur ini bahwa sistem akuntansi akrual akhirnya tidak sesuai dengan atribut yang menentukan penilaian perusahaan—data arus kas bersih. Walaupun, nilai informasi dalam laporan keuangan tidak dapat berbohong dalam perannya sebagai data/catatan historis tetapi informasi itu sendiri digunakan untuk membantu investor untuk memprediksi arus kas bersih masa akan datang yang diharapkan dan dividen. (informasi ini juga berguna untuk tujuan umpan balik, lihat chapter 7).
MODEL PENDAPATAN SISA
            Modal diperlukan untuk menghasilkan pendapatan. Pendapatan sisa merupakan pernyataan umum untuk pendapatan lebih dari biaya modal yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan. Konsep pendapatan sisa mungkin dapat diaplikasikan untuk perusahaan secara keseluruhan atau pada ekuitas umum perusahaan. Ketika diterapkan pada pendapatan operasi perusahaan dan modal yang diinvestasikan, pendapatan sisa sering kali disebut juga dengan keuntungan ekonomis atau nilai tambah ekonomis (EVA). Ketika diterapkan pada pendapatan bersih perusahaan dan ekuitas secara umum, pendapatan sisa sering disebut pendapatan sisa atau pendapatan abnormal.
Keuntungan Ekonomis
            Ketika didirikan nilai perusahaan sama dengan nilai saat ini sama dengan arus kas bersih masa akan yang diharapkan. Arus kas bersih adalah arus kas periode yang tersedia untuk semua klaim investor (bunga utang, saham preferen, dan saham umum). Mereka tidak lebih subjektif pada manipulasi daripada laba.
            Arus kas bersih yang akan diterima tidak disediakan untuk para investor untuk mengukur kinerja periodik. Sebagai contoh, walaupun memiliki keuntungan yang tinggi,  perusahaan yang dikelola dengan baik dapat mempunyai arus kas bersih negatif yang diberikan dalam satu periode jika perusahaan melakukan investasi dalam jumlah besar dalam periode tersebut. Jika investasi mempunyai nilai bersih saat ini yang positif, arus kas bersih negatif dalam satu periode maka sulit untuk menentukan penyebabnya. Keuntungan ekonomis memberikan jembatan terhadap jarak, menyediakan tidak hanya sebuah arti pada nilai dari perusahaan tetapi juga arti terhadap pemeriksaan kinerja periodik.
            Keuntungan ekonomis dimulai dengan jumlah modal yang diinvestasikan pada awal periode. Investasi ini merupakan biaya. Ketika ditunjukkan sebagai tarif, biaya ini dikenal sebagai biaya modal rata-rata (WACC). (Kita dapat berpikir bahwa WACC sebagai tarif yang dibutuhkan utnuk pengembalian semua klaim investor, setara dengan risiko dari arus kas bersih). WACC dan jumlah biaya modal yang diinvestasikan menentukan pendapatan periodik setelah dikurangkan dengan  pajak pendapatan operasional yang diharapkan oleh para investor untuk dihasilkan oleh perusahaan. Ini merupakan jumlah biaya modal yang diinvestasikan, perubahan untuk modal kerja, atau secara sederhana disebut juga biaya modal. Setelah pajak pendapatan operasional yang terealisasi dibandingkan dengan jumlah yang diharapkan. Jika setelah pajak pendapatan operasional melebihi pendapatan yang diharapkan, perusahaan menghasilkan jumlah penghasilan melebihi tujuan awal. Pendapatan lebih ini disebut juga keuntungan ekonomis.
Secara formal:
Keuntungan Ekonomis = NOPAT – biaya modal                                                  (8.5)
Di mana NOPAT adalah keuntungan operasional bersih dikurangi pajak yang dibayar. Biaya modal dinyatakan sebagai sebuah fungsi dari WACC dan modal yang diinvestasikan di awal periode, kita memiliki:
            Keuntungan Ekonomis = NOPAT – (WACC) (Modal yang diinvestasikan)      (8.6)
Persamaan 8.6 menunjukkan bahwa jika NOPAT perusahaan  melebihi biaya modal maka hal itu akan menghasilkan keuntungan ekonomis dan menghasilkan kekayaan. Untuk meningkatkan keuntungan ekonomis, perusahaan dapat meningkatkan NOPAT dengan cara meningkatkan penjualan atau mengurangi biaya, penurunan modal yang diinvestasikan atau biaya perusahaan yang lebih rendah daripada modal (WACC).
Tampilan 8.1 memperlihatkan pernyataan modal yang diinvestasikan untuk perusahaan ABC. Kita dapat menyusun pernyataan dari neraca ABC, yang ditunjukkan pada chapter 13, tampilan 13.7. Catatan bahwa pernyataan dari modal yang diinvestasikan secara sederhana adalah neraca perusahaan yang telah disusun  kembali, meletakkan biaya operasional aset pada sisi sebelah kiri dan semua klaim investor di sisi sebelah kanan.
Tampilan 8.2 menyatakan suatu pernyataan dari keuntungan ekonomis untuk perusahaan ABC. Pernyataan ini menggunakan modal diinvestasikan dari tampilan 8.1 dan pendapatan operasional dari pernyataan pendapatan ABC yang dipresentasikan dalam tampilan 13.7 pada chapter 13. Perhatikan bahwa keuntungan ekonomis positif selama tiga tahun berturut-turut. Walaupun keuntungan ekonomis menurun pada tahun 2006 yang diakibatkan peningkatan investasi modal pada tahun 2005 dan penurunan keuntungan operasional bersih setelah pajak pada tahun 2006.
Secara konsep, keuntungan ekonomis memiliki karakteristik yang bernilai dari perspektif penilaian kinerja. Manajer dapat meningkatkan keuntungan ekonomis dan bonus mereka dengan meningkatkan NOPAT. Sehingga, manajer mempunyai insentif untuk mengotrol biaya dan meningkatkan penjualan. Lebih jauh, manajer dapat meningkatkan keuntungan ekonomis dengan mengurangi jumlah modal yang diinvestasikan.
Secara kontras, pendapatan bersih merupakan pengukuran kinerja yang mengabaikan jumlah modal kerja. Jika perusahaan memberikan penghargaan kepada manajer berdasarkan pendapatan bersih, dan jika modal tambahan yang diinvestasikan menghasilkan tambahan pendapatan bersih, manajer akan mempunyai insentif untuk diinvestasikan, walaupun jika peningkatan investasi tidak menghasilkan biaya modal itu sendiri.
Pendekatan keuntungan ekonomis mempunyai tambahan keuntungan yang juga dapat digunakan untuk menilai perusahaan. Nilai yang diperoleh adalah sama dengan nilai saat ini dari arus kas bersih. Menggunakan pendekatan keuntungan ekonomis, nilai perusahaan pada waktu nol adalah sama dengan dengan modal yang diinvestasikan pada perusahaan pada waktu nol, ditambah dengan nilai sekarang dari keuntungan ekonomis yang diharapkan di masa yang akan datang, atau:
Persamaan 8.7:
Dalam percobaan utnuk meningkatkan keuntungan ekonomis sebagai pengukuran kinerja, beberapa pengguna melakukan penyesuaian dengan cara menginvestasikan modal dan NOPAT sehingga dapat dikalkulasi. Aplikasi terbaik yang diketahui dari keuntungan ekonomis adalah EVA, sebuah bentuk yang sesuai dari keutungan ekonomis dikembangkan oleh Stern Steward & Co. Steward (2003) mencatat:
Dinyatakan dalam pertemuan…. EVA dimulai dengan….pendapatan sisa (keuntungan ekonomis)…dan pengajuan rentetan penyesuaian tambahan untuk akuntansi GAAP yang didesain utnuk menghasilkan pengukuruan tahunan perusahaan, memiliki kapasitas menghasilkan kas secara berkelanjutan.
            Young mencatat bahwa kebanyakan penyesuaian akuntansi berhubungan dengan keuntungan dan kerugian berulang, penelitian dan pengembangan, pajak yang ditangguhkan, ketentuan jaminan, dan hutang tak tertagih, cadangan LIFO, goodwill, depresiasi, dan kerugian operasional.
Pendapatan Sisa dan Model Diskon Dividen
            Keuntungan ekonomis dan EVA berfokus hanya pada pengukuran dan penilaian kinerja operasional perusahaan secara keseluruhan. Pendapatan sisa--terkadang juga disebut laba abnormal—yang berfokus pada pendapatan bersih dan ekuitas umum perusahaan. Yang didefinisikan sebagai:
            Pendapatan sisa = laba aktual – pendapatan yang dibutuhkan                           (8.8)
Di mana pendapatan yang dibutuhkan adalah jumlah pendapatan yang dikompensasikan pemegang saham untuk modal ekuitas yang diinvestasikan dan risiko yang mereka hadapi. Laba yang dibutuhkan juga dapat ditulis sebagai ekuitas pada awal periode pembukuan dikalikan dengan biaya ekuitas (r) :
            Pendapatan sisa = laba – r(ekuitas awal periode)                                                  (8.9)
            Catatan kemiripan antara persamaan 8.9 dan 8.6. Ohlson dan juga Feltham dan Ohlson menggunakan kerangka pendapatan sisa untuk memprediksi dan menjelaskan harga saham. Model dimulai dengan model diskon dividen (persamaan 8.1). Selanjutnya, hal tersebut menjelaskan semua elemen keuntungan dan kerugian melalui pendapatan. Spesifikasi ini juga dikenal sebagai clean surplus accounting, berhubungan dengan akun ekuitas sekarang hingga akun ekuitas sebelumnya, pendapatan, dan dividen.
            Akun ekuitast = akun ekuitast-1 + pendapatant – divident                                 (8.10)
            Orientasi komprehensif FASB pada SFAS No. 130 (chapter 11) mengikat secara baik terhadap pendekatan surplus bersih. Modifikasi persamaan 8.10 mengizinkan dividen untuk ditunjukkan dalam pernyataan nilai buku dan pendapatan:
Divident = Labat – (akun ekuitast – akun ekuitast-1)                                               (8.11)
            Dengan menggunakan persamaan 8.1 dan 8.11, dapat ditunjukan bahwa harga saham perusahaan:
Persamaan 8.12:
Di mana r adalah biaya ekuitas dan pembilang pada persamaan di atas adalah pendapatan sisa atau pendapatan abnormal. Terdapat kemiripan antara persamaan 8.12 dan 8.7.
            Kita awali dengan persamaan 8.1 (model diskon dividen) dan 8.11 dan memodifikasi persamaan tersebut untuk mendapatkan persamaan 8.12. Persamaan di atas merupakan pernyataan ulang secara sederhana dari model diskon dividen di dalam pernyataan pendapatan masa depan yang diharapkan. Biaya ekuitas, dan akun ekuitas saat ini serta masa akan datang yang diharapkan. Secara sendirinya model ini menawarkan sedikit tambahan ekuitas melalui model diskon dividen. Walaupunn kegunaan dari persamaan 8.12 dapat ditingkatkan jika pengguna dapat menggabungkan informasi tambahan sehubungan dengan prediksi pendapatan abnormal masa yang akan datang.
            Dechow, Hutton, dan Sloan melakukan penilaian empiris terhadap model pendapatan sisa. Mereka menemukan bahwa “pendapatan sisa mengikuti rata-rata proses pengembalian….diasosiasikan dengan karakteristik perusahaan oleh analisis akuntansi dan ekonomi”. Suku rata-rata pengembalian menurun dengan jumlah pendapatan dan meningkat dengan rasio pembayaran dividen. Ini juga berhubungan antar perusahaan dalam industri yang sama. Mereka juga menemukan “gabungan informasi di dalam prediksi analis terhadap pendapatan ke dalam peningkatan ketepatan prediksi informasi dinamis. Sehingga, model pendapatan sisa memperbolehkan pengguna untuk menggabungkan informasi non akuntansi ke dalam model untuk mengembangkan akurasi prediksi.
            Catatan bahwa pendapatan abnormal yang lebih tinggi, maka semakin tinggi nilai ekuitas umum perusahaan. Beaver mendiskusikan beberapa sumber yang memberikan kenaikan terhadap pendapatan abnormal. Pertama, kondisi perusahaan tidak dijelaskan dalam neraca, nilai positif yang melebihi nilai sekarang di atas nilai proyek (nilai sekarang bersih positif). Kedua, banyak kecocokan dan pengenalan prosedur di bawah biaya historis yang cenderung lebih konservatif. (contoh, pengembangan metode depresiasi dan biaya LIFO untuk inventaris dan harga pokok penjualan, segera dihapus dari penelitian dan pengembangan).
            Qiang mendemonstrasikan bahwa pendapatan abnormal meningkat bersamaan dengan konsentrasi industri, hambatan masuk perusahaan dan faktor akuntansi industri konservatif. Pengarang juga menemukan perbedaan dalam peningkatan pendapatan abnormal perusahaan dengan “pasar saham, ukuran perusahaan, hambatan masuk perusahaan dan faktor akuntansi industri konservatif”.
Keunggulan dan Kelemahan Economic Value Added (EVA)
  Keunggulan EVA
Menurut Iramani dan Febrian (2005), EVA sebagai penilai kinerja perusahaan mempunyai keunggulan yaitu: EVA dapat digunakan sebagai penciptaan nilai. Ada keunggulan EVA yang lain, yaitu:
  1. EVA memfokuskan penilaian pada nilai tambah dengan memperhitungkan beban sebagai konsekuensi investasi.
  2. EVA merupakan alat perusahaan dalam mengukur harapan yang dilihat dari segi ekonomis dalam pengukurannya, yaitu dengan memperhatikan harapan penyandang dana secara adil di mana derajat keadilan dinyatakan dengan ukuran tertimbang dari struktur modal yang ada dan berpedoman pada nilai pasar dan bukan pada nilai buku.
  3. Perhitungan EVA dapat dipergunakan secara mandiri tanpa memerlukan data pembanding seperti standar industri atau data perusahaan lain sebagai konsep penilaian.
  4. Konsep EVA dapat digunakan sebagai dasar penilaian pemberian bonus pada karyawan terutama pada divisi yang memberikan EVA lebih sehingga dapat dikatakan bahwa EVA menjalankan stakeholders satisfaction concepts.
  5. Pengaplikasian EVA yang mudah menunjukkan bahwa konsep tersebut merupakan ukuran praktis, mudah dihitung dan mudah digunakan sehingga merupakan salah satu bahan pertimbangan dalam mempercepat pengambilan keputusan bisnis.


  Kelemahan EVA
Menurut Iramani dan Febrian (2005), EVA mempunyai kelemahan yaitu:
  1. EVA hanya mengukur hasil akhir dan tidak mengukur aktivitas-aktivitas penentu, seperti loyalitas dan tingkat retensi konsumen.
  2. EVA terlalu bertumpu pada keyakinan bahwa investor sangat mengandalkan pendekatan fundamental dalam mengkaji dan mengambil keputusan untuk menjual dan membeli saham tertentu.
·           Apakah Kita Bertanya Terlalu Banyak
Kita berpikir terdapat nilai di setiap variasi bentuk dari model pendapatan sisa untuk penilaian ketika pengguna dapat menggabungkan secara bersama tambahan informasi sehubungan prediksi keuntungan ekonomis masa akan datang atau pendapatan abnormal. Kita juga berpikir bahwa model ini mempunyai nilai untuk penilaian kinerja dan memotivasi manajer untuk mengontrol biaya dan menghindari kelebihan investasi. Walaupun model pendapatan sisa bukan obat yang mujarap untuk perusahaan atau industri yang terganggu dengan masalah yang tidak dapat diselesaikan. Sebagai alternatif, jika manajer yang berorientasi pada nilai dalam perusahaan yang baik atau industri yang mengadopsi EVA, akankah pasar mampu mendeteksi perbedaan?
Untuk tujuan kompensasi, Dutta dan Reichelstein menyimpulkan bahwa ukuran akuntansi secara historis, dan juga arus kas, adalah terlalu melihat ke belakang oleh mereka sendiri dan harus dikombinasikan dengan pengukuran yang melihat ke depan. Mereka menyimpulkan:
Sebuah pengukuran kinerja yang optimal harus bergantung terhadap variabel akuntansi dan harga saham. Kemiripan kinerja…dari EVA (pendapatan sisa) adalah berguna untuk penyesuaian harga saham dan pendapatan akuntansi yang relevan terhadap historis, khususnya untuk kebijakan dividen perusahaan.
Akhirnya, kita mencatat bahwa nilai perusahaan ditentukan sebagai pemodelan dari model pendapatan sisa (persamaan 8.7 atau 8.12), total pengembalian pemegang saham yang diberikan tiap tahunnya sangat tergantung dari revisi semua pendapatan sisa saat ini dan masa depan. Mengapa seharusnya kita berharap terhadap hubungan yang kuat antara pendapatan sisa saat ini dan total pengembalian para pemegang saham?
Secara jelas, keputusan masih berada di luar utilitas dari berbagai bentuk pendapatan sisa baik untuk tujuan penilaian atau penilaian kinerja. Kita berpikir bahwa model pendapatan sisa menjanjikan untuk penilaian surat berharga dan penilaian kinerja. Masih banyak yang harus dilakukan dalam pengembangan pernyataan teoritis, aplikasi, dan validasi empiris.
LATAR BELAKANG RISIKO DAN PENGEMBALIAN
Kegunaan informasi akuntansi untuk investor telah diteliti secara empiris melalui pengujian  hubungan antara data akuntansi yang disebarkan secara umum dengan perubahan dalam harga surat-surat berharga. Jika ini adalah hubungan yang signifikan, kemudian ini adalah bukti dari informasi akuntansi berguna untuk penghargaan terhadap penilaian perusahaan.  Pembelajaran ini juga menyatakan pengujian dari EMH.


·         Hipotesis Pasar Efisien (EMH)
Pasar efisien mengacu pada kecepatan di mana surat berharga dalam pasar modal merespon terhadap informasi baru. EMH menyatakan bahwa pasar modal secara penuh dan seketika merefleksikan informasi baru dalam harga saham. Jika hipotesis tersebut benar, maka harga dari informasi baru sepenuhnya dan secara keseluruhan digambarkan melalui respon harga surat-surat berharga. Ketika ini terjadi, bagian dari informasi dapat dikatakan mempunyai informasi yang berguna.
Ada 3 bentuk dari EMH. Bentuk yang lemah mengatakan bahwa harga surat-surat berharga mencerminkan informasi yang berisi harga historis (lampau). Bentuk yang semi-kuat mengatakan bahwa harga surat-surat berharga mencerminkan hal umum dari informasi yang tersedia. Terakhir, bentuk kuat mengatakan bahwa semua harga surat-surat berharga mencerminkan semua informasi baik umum maupun tertutup/private. Kebanyakan pengujian dilakukan dalam bentuk semi-kuat. Kebanyakan informasi yang diuji merupakan informasi dasar akuntansi – sebagai contoh, laporan keuangan dan pengumuman laba. Dalam diskusi kita, kami hanya berfokus pada pembahasan informasi yang bersifat umum / terbuka.
a)      Dasar dan implikasi EMH
Dasar untuk EMH adalah sederhana. Disini ada ribuan ketertarikan pribadi investor dan para analisis mencoba meningkatkan kekayaan mereka melalui perdagangan surat berharga. Individu-individu ini termotivasi untuk mengungkapkan semua informasi yang mungkin memberikan mereka sudut pandang keuangan. Informasi yang umum/terbuka tersedia untuk semua orang pada saat bersamaan, ini memberikan pandangan bahwa memaksimalkan kekayaan individu secara cepat melalui analisa dan perdagangan tersebut. Berita yang diberikan secara acak, kita dapat memperkirakan bahwa perubahan surat berharga ikut berubah secara acak.
Implikasi dari pasar yang efisien mendalam. Jika pasar efisien, maka tidak berguna untuk menganalisis laporan keuangan masa lalu atau membaca artikel masa lalu mengenai peerusahaan. Secara lebih jauh, tidak mungkin untuk mengalahkan pasar pada saat titik risiko. Ada sebuah bukti yang mendukung pandangan ini. Catatan Malkiel bahwa profesional manajer reksadana mengalami kesulitan dalam mengalahkan pasar setelah mengeluarkan biaya.
Pada akhir tahun 31 desember 2003, penutupan kuartal ketiga reksa dana yang memegang saham kapitalisasi besar yang mengungguli oleh (kapitalisasi besar) Standar and Poor ‘s 500 indeks saham. Hasilnya sangat familiar dengan periode 1 tahun sebelumnya. Ketika pengembalian diukur selama periode 10 tahun atau lebih, selama 80% dari manajer aktif mengungguli indeks…. Kami melihat secara aktif dana yang ditangani gagal dikelola dimana indeks pendanaan melebihi 200 poin dasar.
b)      Anomali
Untuk beberapa waktu, secara luas disetujui bahwa pasar sangat efisien. Kemudian, De Bondt and Thaler mempresentasikan bukti yang meyakinkan bahwa pasar terkadang bereaksi secara berlebihan atau tidak berlebihan. Sebagai tambahan, kesalahan harga tidak muncul sebagai pendekatan yang tepat :
Prediksi yang konsisten terhadap hipotesis yang berlebihan, portofolio mengutamakan “pihak yang kalah” ditemukan mengungguli “pihak yang menang”. 36 bulan setelah formasi portofoli, saham yang kalah menghasilkan 25% lebih banyak dibandingkan dengan yang menang, walaupun akhirnya secara signifikan lebih berisiko.
Debat berlangsung secara sengit. Pada kenyataannya hal tersebut membuat bidang baru dari “perilaku keuangan”. “Technology bubble” pada akhir tahun 1990 membantu untuk memperbesar perdebatan tersebut. Mempertimbangkan kasus dari Nasdaq Composite Index, yang secara umum diketahui sebagai indikator saham teknologi. Pada 10 maret 2000 indeks mencapai level 5049, kemudian jatuh 3935 poin (78%) menjadi 1114 pada 9 oktober 2002. Di mana tanggal tersebut mencerminkan harga secara tepat dari saham yang ada pada Nasdaq Composite Indeks: 10 Maret 2000 / 9 Oktober 2002? Sebagaimana kita tulis dalam bab ini pada pertengahan 2007, indeks masih dapat pulih mendekati setengah dari kejatuhannya.
Amazon.com. Inc. termasuk dalam bubble pada 31 Desember 1999, harga sahamnya disesuaikan untuk dibagi , $76.12, ketika itu perusahaan itu dilaporkan mengalami kerugian operasional sebesar hampir $606 juta. Pada tampilan 8.3 sedikit menunjukkan mengapa mereka menyesalkan, untuk mempertanyakan hubungan antara Laba Amazon’s dan harga saham pada akhir 1990. Ini mungkin muncul bahwa laba mengantisipasi harga saham , termasuk juga sebaliknya.
Bubble memiliki efek merusak untuk para manajer yang melakukan analisis perusahaan dengan metode lama. Pertimbangan akhir dari Tiger Management.
Tiger Management tiba-tiba ditinggalkan, ketika dana dalam jumlah besar, telah digembar-gemborkan dalam beberapa kuartal dinyatakan sebagai dana macet untuk penilaian investasi jangka panjang… dalam pengumuman tersebut bahwa dia akan melikuidasi dan memberikan kembali salah satu uang investor, Julian Robertson Jr… mengakui bahwa ia akan melangkah keluar dengan dunia di mana Palm, perusahaan pembuat peralatan genggam Palm-Pilot, dinilai lebih dari GM, dan di dalam Priceline.com (di mana Priceline.com menjual tiket pesawat tetapi bukan penghasilannya tetapi juga bukan untuk penghasilan maskapai kapal) yang telah dinilai lebih dari perusahaan US Airways dan dari kebanyakan perusahaan penerbangan lainnya secara umum….” Tidak ada alasan untuk memberatkan para investor kami untuk menanggung risiko di mana saya sendiri tidak mengetahuinya….”
·         Diversifikasi / keberagaman Portofolio
Dasar teori dari pasar modal atau penelitian harga surat berharga berasal dari teori portofolio, di mana dasar teori dalam melakukan pilihan investasi dan pemaksimalan kegunaan. Selama pengembalian surat berharga tidak memiliki hubungan yang tepat (korelasi<1), risiko dari portofolio diukur berdasarkan standar deviasi dari pengembalian dapat dikurangi dengan menambahkan surat berharga. Lihat tampilan 8.4.
Risiko dapat dihilangkan dengan perlakuan ini yang juga biasa disebut dengan risiko tidak sistematis (berbeda / unik). Selain itu disebut risiko sistematis. Risiko sistematis juga dikenal dengan Risiko Relevan, risiko ini tidak terpengaruh oleh diversifikasi; investor tidak memiliki pilihan lain selain menanggungnya.
a.       Capital Market Line (CML)
Standar deviasi dalam penurunan jumlah portofolio berjumlah sebanyak jumlah aset yang ditambahkan ke dalam portofolio. Ketika semua aset yang diperdagangkan dan tidak diperdagangkan (saham, obligasi, properti, dan lain-lain) perlu ditambahkan dalam portofolio, kemudian kami akan memiliki pasar portofolio. Secara teoritis pilihan portofolio di tunjukkan secara grafik pada tampilan 8.5 (lihat halaman 234) untuk dua aset yang berisiko. Titik dalam garis kurva adalah himpunan yang layak yang mencerminkan terbentuknya portofolio  yang merupakan kombinasi dari proporsi yang berbeda dalam 2 aset yang berisiko. setiap portofolio memiliki keunikan masing-masing mengenai pengembalian yang diharapkan dan standar deviasi.
Garis lurus dinamakan Capital Market Line (CML). CML memotong sumbu Y saat risiko tidak memiliki tingkat suku bunga, yang dapat dipertimbangkan sebagai pembayaran treasuri yang berjangka 90 hari. Pada titik ini standar deviasi sama dengan 0. CML adalah tag dari himpunan yang dapat diterima dari titik M. (jika portofolio M berisi semua aset yang berisiko, itu merupakan pasar portofolio). Titik dalam CML mencerminkan proporsi yang beragam dari kekayaan investor yang diinvestasikan dalam titik M dan risiko-bebas aset. Ketika penggambaran melalui M, CML menyediakan risiko premium tertinggi – di atas pengembalian yang diharapkan dan melebihi tarif bebas risiko—standar deviasi pengembalian per unit. Ketika investor menghindari risiko, peningkatan pengembalian risiko yang diharapkan dianggap sebagai peningkatan risiko (standar deviasi pengembalian). CML hanya linear di bawah kondisi yang terbatas, tetapi entah linear maupun kurva linear, hubungan langsung yang nyata antara level dari risiko dan pengembalian yang diharapkan.
                       

                       
b.      Security Market Line (SML)
Secara teori, dengan formasi dalam pasar portofolio, risiko yang tidak simetris dalam surat berharga pribadi telah dihilangkan dan hanya tersisa permasalahan sistematis sehingga risiko yang relevan untuk surat berharga pribadi adalah risiko sistematis, di mana risiko dari surat berharga berhubungan dengan pasar potofolio. Di mana risiko sistematis dari surat berharga pribadi disimbolkan dengan Beta, di mana mengukur pengembalian sementara surat berharga berhubungan dengan pasar portofolio. Dengan definisi, Beta dalam pasar sama dengan 1.0. Surat berharga dengan beta 0.5 menunjukkan risiko 2 kali lebih besar dibandingkan pasar.
Berdasarkan CAPM, hubungan antara pengembalian yang diharapkan dalam surat berharga pribadi dan beta terangkum dalam persamaan yang dikenal sebagai SML:
Persamaan 8.13:
Di mana:
Rj = Pengembalian yang diharapkan atas surat berharga
Rf = Risiko – Bebas tingkat dari pengembalian
Rm = Pengembalian yang diharapkan dalam pasar portofolio, dan
bj = Koefisien Beta untuk surat berharga j.
Beta diestimasi dengan melakukan regresi terhadap pengembalian surat berharga j yang berada dalam pasar tersebut. Beta merupakan kemiringan dari regresi. Secara statistik, Beta didefinisikan sebagai:
Persamaan 8.14:
Di mana :
rjm = Koefisien Korelasi antara surat berharga j dan m
sj= standar deviasi terhadap pengembalian atas surat berharga
sm= standar deviasi terhadap pengembalian dalam pasar portofolio
= varians dari pengembalian dalam pasar portofolio
= kovarians terhadap pengembalian dalam surat berharga j dalam pasar portofolio
Dalam prakteknya, hubungan antara risiko dan pengembalian tidak sama persis dengan spesifikasi CAPM. Namun, model ini menerima banyak dukungan antara akademis dan praktisi.
PENGENALAN PENELITIAN PASAR MODAL DALAM AKUNTANSI
Penelitian Pasar Modal dalam meneliti hubungan akuntansi antara harga surat berharga dengan informasi yang terkandung dalam laporan keuangan perusahaan dan dokumen-dokumen yang terkait. Di samping dari kepentingan pelatihan akademik, inti dari penelitian ini sepenuhnya penting untuk para investor, manajer, dan penentu standar. Mengapa? Pada level atas, kemampuan dari pasar untuk efisien dalam mengalokasikan sumber daya (alokasi efisiensi) yang terpenting bergantung dalam informasi akuntansi untuk analisis, penilaian, dan pengukuran kinerja. Bagaimanapun juga investor harus mengetahui jika menganalisis data akuntansi yang aktivitasnya dapat meningkatkan nilai. Selanjutnya, penentu standar harus mengetahui jika dalam standar yang sudah ada memenuhi tujuan yang dimaksudkan mereka untuk meningkatkan informasi dan alokasi dalam pasar efisien. Jika tidak, ini mungkin membutuhkan waktu untuk membuat suatu standar baru. Akhirnya, semua orang akan dipertaruhkan dalam proses ini.
Dalam bagian yang kita telah lalui, kami membahas beberapa penelitian pasar modal dalam akuntansi. Maksud kita bukan untuk memberikan pendapat secara menyeluruh atau kritikan tetapi untuk menyediakan laporan status dan pandangan terhadap laporan tersebut.
·         Model Pasar
Banyak penelitian empiris dalam akuntansi menggunakan empiris dari CAPM yang kita kenal sebagai model pasar:
Persamaan 8.15:
Di mana:
t = time subscript
Rj, bj, dan Rm adalah sama dengan rumus 8.13
a = Jangka Intercept
 = Random error term
Model di atas menunjukkan pengembalian terhadap surat berharga j yang merupakan fungsi dari pengembalian dalam pasar. (sebuah penyusunan kembali SML, intercept, α, sama dengan Rf [1 - bj]). Bagian dari pengembalian yang dijelaskan oleh pasar mencerminkan ε, jangka error.
·         Event Studies
Metode penelitian empiris yang digunakan dalam akuntansi dan penelitian keuangan untuk mengetahui reaksi pasar untuk beberapa pengumuman disebut sebagai penelitian hari pengumuman. Pengumuman pada sebuah hari pengumuman yang tidak diharapkan (merger dan akuisisi) harus memiliki dampak terhadap harga saham. Penelitian hari pengumuman membagi hubungan periode menjadi 3 “windows”; estimation window, the event window,  dan post-event window. Hubungan yang normal antara pengembalian surat berharga dan yang lainnya yang ada dalam pasar diestimasi selama estimation window. Ini diikuti oleh peneliti untuk mengestimasi parameter (α dan β) pada persamaan 8.15 menggunakan regresi linear. Ini ditunjukkan dalam grafik 8.6.
Setelah parameter dari persamaan 8.15 telah diestimasi, persamaan ini digunakan untuk mengestimasi pengembalian pada saat itu  dan selanjutnya dalam hari pengumuman tersebut. Perbedaan antara pengembalian aktual dengan pengembalian yang diharapkan menggunakan persamaan 8.15 yang disebut dengan pengembalian abnormal (AR). Jumlah dari AR yang kita kenal dengan pengembalian kumulatif abnormal (CAR). Dalam ketidakhadiran dalam hari pengumuman, AR harus berfluktuasi secara acak disekitar 0, dan CAR harus memperlihatkan tren ke atas atau ke bawah.
Jika hari pengumuman yang tidak diharapkan terjadi, AR dan CAR pasti menyimpang secara signifikan dari 0 dalam hari pengumuman. Bagaimanapun juga, jika pasar penuh dan dapat mencerminkan segera informasi baru dalam harga saham, berikutnya AR harus berfluktuasi secara acak lagi di sekitar 0, dan CAR harus tidak menunjukkan tren apapun. Lihat tampilan 8.7.
Sebaliknya, jika pasar tidak penuh, segera dan secara akurat mencerminkan berita yang dikandung dalam hari pengumuman, kita mungkin mengobservasi bias ke atas atau ke bawah dalam AR dan kecenderungan dari CAR menyimpang ke atas atau ke bawah. Tampilan 8.8 (lihat hal 239) menunjukkan grafik AR dan CAR di mana pasar tidak penuh disesuaikan dengan kabar baik saat hari pengumuman.
Sebelum peninjauan kembali penemuan empiris, kami perlu membuat beberapa observasi tentang kesulitan dalam melakukan penelitian seperti ini. Penelitian terhadap harga yang bergerak dan mekanisme harga dalam banyak pasar merupakan tugas yang penting. Menentukan penyebab dan efek antara informasi dan harga surat berharga terutama sangat susah karena informasi baru secara berkelanjutan tiba. Sejak kumpulan informasi mempengaruhi harga surat berharga secara besar, sangat susah untuk memisahkan efek dari satu informasi. Selanjutnya, kami hanya menguji sebuah grup investor yang relatif kecil – mereka berada di margin yang dapat mempengaruhi harga saham. Kesulitan itu berarti bahwa pengujian itu menjadi lebih sederhana dan menjadi tidak pasti. Penelitian ini harus menguji ini dengan pemikirannya. Kegagalan untuk menemukan bukti dari isi informasi harus diinterpretasikan dengan hati-hati, untuk metodologi tidak selalu sanggup mendeteksi isi informasi. Dengan alasan ini, bukti kuat dari penelitian pasar efisien terkini ketika di pasar terdapat bobot informasi daripada tidak memiliki isi.
Kelemahan lainnya dalam penelitian pasar modal merupakan pengujian bersama antara pasar efisien dan model yang digunakan untuk mengestimasi pengembalian abnormal. Ketidakadaan respon terhadap harga selalu ditafsirkan bahwa informasi yang diuji tidak memiliki bobot informasi. Interpretasi ini hanya benar jika pasar tersebut efisien dan jika model yang digunakan adalah benar. Tetapi ketika pasar tersebut tidak efisien atau jika model yang digunakan tidak benar? Di kasus yang lain, tidak ada cara untuk membedakan apa arti dari ketidakadaan respon terhadap harga. Ini adalah alasan lain mengapa temuan penelitian lebih kuat ketika mereka memiliki bukti terhadap bobot informasi.
Poin terakhir adalah penelitian berdasarkan pasar perlu hanya mempertimbangkan efek keseluruhan terhadap pembuatan keputusan investor individual. Peran dari informasi akuntansi vis-a-vis sebagai pembuatan keputusan investor individual merupakan model implisit sebagai sebuah kotak hitam. Dalam “hari pengumuman”, terjadi, dan efek dari hari pengumuman ini kemudian disimpulkan dari semua reaksi pasar secara keseluruhan.
     

     

     
·         Tinjauan Penelitian Pasar Modal dalam Akuntansi
Kothari menyediakan tinjauan yang bagus terhadap literatur pada penelitian pasar modal dalam akuntansi. Area ketertarikan utama untuk penelitian pasar modal dalam akuntansi berkaitan dengan analisis fundamental dan penilaian, pengujian terhadap hubungan pasar efisiensi dengan informasi akuntansi, dan nilai yang relevan dalam laporan keuangan. Fokus kami pertama-tama pada 2 area.
Dalam pasar efisien, nilai perusahaan sama dengan nilai sekarang dari aliran kas bersih yang diharapkan di masa depan. Dari perspektif penilaian, laporan keuangan perusahaan berguna sejauh dapat membantu peramalan aliran kas di masa depan. Dasar analisis yang menggunakan informasi ekonomi, termasuk informasi yang terkandung dalam laporan keuangan perusahaan, untuk meramal aliran kas di masa depan dan estimasi nilai intrinsik perusahaan (nilai inheren ekonomi).
Mengingat bahwa harga sekuritas menyediakan sebagai sebuah mekanisme untuk mengalokasi sumber daya alam, informasi yang efisien dari pasar keuangan penting secara keseluruhan. Penelitian hari pengumuman jangka pendek telah lama menjadi pokok untuk menganalisa sejauh mana pasar dikatakan efisien. Penelitian hari pengumuman jangka panjang dan pengujian cross-sectional (data pada suatu titik tertentu) dapat meningkatkan jumlah keuntungan penelitian. Pengujian penelitian asosiasi untuk pengukuran hubungan antara beberapa kinerja akuntansi dan pengembalian saham. Secara umum, inti dari pengujian ini untuk membedakan  bagaimana cepat informasi akuntansi akan dicerminkan dalam harga sekuritas. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kadang-kadang sulit untuk menganalisis sebuah reaksi pasar terhadap setiap informasi akuntansi sebagai peserta pasar mungkin dapat mengakses yang lainnya, ketepatan waktu dari informasi. Sebagai contoh, beberapa informasi yang terkandung dalam laporan tahunan diungkapkan jauh sebelum laporan tersebut dipublikasikan.
Penelitian awal mempersiapkan bukti bahwa bobot informasi dalam pengumuman laba, tetapi reaksi pasar mungkin tidak penuh dan dicerminkan segera dalam harga sekuritas. Selanjutnya, informasi akuntansi tidak perlu step waktu sumber data yang memengaruhi harga sekuritas.
Penelitian selanjutnya berfokus pada penelitian metodologi, pengukuran kinerja alternatif, penilaian dan analisis dasar, dan pengujian terhadap pasar efisiensi. Bukti ini bahwa informasi akuntansi tidak selalu segera dan mencerminkan penuh dalam harga sekuritas. Dari antara akademik dan pandangan investor, penelitian dalam area analisis dasar merupakan ketertarikan utama karena implikasi ekonomi terhadap bukti mounting bahwa saran pasar modal mungkin menghasilkan informasi yang tidak efisien dan harga mungkin membutuhkan tahun lalu sebelum dapat mencerminkan secara penuh informasi yang memadai. Bagaimanapun juga catatan Kothari bahwa pekerjaan tambahan harus selesai meningkatkan design penelitian dan mengembangkan teori yang dapat disangkal dalam pasar tidak efisien.
Hipotesis gagal untuk banyak penelitian pasar modal dalam akuntansi bahwa pasar penuh dan segera menyesuaikan dengan informasi baru; harga pasar sama dengan nilai intrinsik sekuritas. “Umpire view” dalam pasar sebagai sebuah tinjauan extreme dan mungkin tidak akan bertahan. Lee menyediakan sebuah hal menarik dan praktis:
Tinjauan dasar dari pasar efisiensi, di mana harga diasumsikan sama dengan nilai dasar, ini adalah sebuah titik awal konsep yang tidak memadai untuk penelitian hubungan pasar di masa akan datang... Ini adalah penyederhanaan bahwa kegagalan dalam menangkap kekayaan dari harga pasar yang dinamis dan proses penemuan harga. Harga tidak menyesuaikan nilai dasar secara cepat. Harga konvergensi menuju nilai dasar merupakan karateristik yang baik sebagai sebuah proses, di mana dicapai melalui interaksi antara perdagangan yang ramai dan pertukaran informasi antara kedua belah pihak. Proses ini membutuhkan waktu dan usaha dan ini hanya dapat dicapai saat biaya substansial untuk masyarakat.
Selanjutnya, Lee menyarankan bahwa kami telah menanyakan pertanyaan yang salah:
Kami tidak dapat membelenggu diri kami dengan gagasan bahwa harga adalah sama dengan nilai. Kita harus mulai memikirkan tentang nilai dasar dan harga pasar terkini sebagai 2 pengukuran yang berbeda…Bukan mengasumsikan pasar efisien, kami harus meneliti bagaimana, kapan, dan mengapa harga menjadi efisien (dan mengapa pada saat yang lain ini gagal untuk didapatkan). Bukan menolak harga pasar terkini, kami harus mencari untuk menambah itu.
NILAI DARI INFORMASI AKUNTANSI: BUKTI DARI PENGEMBALIAN DATA
  Bobot Informasi Dalam Pengumuman Laba
Bukti yang kuat dari penelitian pasar modal kelanjutan tentang bobot informasi dari jumlah laba akuntansi awal. Penelitian seminal, dipublikasikan dalam tahun 1968, ditunjukkan bahwa arah perubahan dalam laba akuntansi yang dilaporkan (dari tahun sebelumnya) memiliki hubungan positif dengan pergerakan harga sekuritas. Penelitian ini juga menemukan bahwa pergerakan harga sekuritas diantisipasi dengan hasil laba dan sebenarnya tidak ada pergerakan harga yang abnormal dalam 1 bulan setelah laba tersebut diumumkan. Ini konsisten dengan semi-kuat dari hipotesis pasar efisien. Sebuah penelitian selanjutnya ditunjukkan bahwa besarnya serta arah dari laba yang tidak diharapkan adalah terkait dengan perubahan dalam harga sekuritas. Pengumuman Laba Kuartal juga menunjukkan hasil keseluruhan yang sama.
Hasil tersebut tidak mengejutkan. Kita dapat memperkirakan pendapatan akuntansi sebagai bagian dari informasi yang digunakan oleh investor dalam menilai risiko dan pengembalian. Penelitian pasar modal selalu telah dikonfirmasi dengan proposisi yang jelas. Penemuan adalah penting, meskipun, secara formal menghubungkan informasi akuntansi dengan keputusan investasi dan kegunaan untuk investor.


  Reaksi Pasar Terhadap Kebijakan Alternatif Akuntansi
Beberapa tipe kompleks dari penelitian harga sekuritas dibahas mengenai efek dari kebijakan akuntansi dalam harga sekuritas. Tujuan awal dari pengujian ini adalah untuk menyelidiki hipotesis yang disebut dengan investor yang tidak berpengalaman (Naïve-investor). Penelitian menemukan bahwa respon harga sekuritas terhadap jumlah pendapatan akuntansi. Kebijakan alternatif akuntansi – untuk contoh, fleksibilitas dalam memilih metode depresiasi dan persediaan – yang akan berefek pada pendapatan bersih. Meskipun metode ini mempengaruhi laporan laba, di sini tidak ada dampak yang nyata dalam aliran kas perusahaan. Tipe-tipe alternatif akuntansi ini hanya mewakili pola perbedaan dari pengakuan biaya atau alokasi biaya.
Pertanyaan yang menjadi ketertarikan para peneliti yaitu apakah kebijakan alternatif akuntansi mempunyai dampak sistematis dalam harga sekuritas. Jika harga sekuritas memberikan respon terhadap tingkat pendapatan bahwa berbeda hanya karena metode alternatif akuntansi, dengan tidak adanya konsekuensi aliran kas, kemudian ini juga mendukung hipotesis naive-investor. Di lain pihak, jika harga sekuritas tidak merespon setiap buku bantuan-perbedaan pendapatan, kemudian bukti bahwa investor dalam pasar yang berpengalaman dan mampu untuk melihat perbedaan pembukuan superficial.
Sebenarnya semua penelitian awal ditafsirkan sebagai penolakan hipotesis naive-hipotesis. Bagaimanapun, beberapa penemuan penelitian mempunyai beberapa penantang terhadap kesimpulan yang terbaru dan kemungkinan membuka kembali apa yang dianggap sebuah pendekatan masalah dalam penelitian akuntansi.
  Alternatif Dengan Tidak Memperdulikan Konsekuensi Aliran Kas
Beberapa penelitian membandingkan perusahaan menggunakan perbedaan metode akuntansi. Salah satu penelitian terbaru membandingkan perusahaan yang menggunakan metode depresiasi dipercepat versus garis lurus. Dua grup perusahaan memiliki perbedaan jumlah pendapatan akuntansi karena mereka menggunakan alternatif metode depresiasi; dengan demikian perbedaan dalam pendapatan antara dua grup perusahaan karena menggunakan alternatif depresiasi tentang metode akuntansi. Perbedaan ini juga dalam hal harga – kelipatan laba antara dua grup. Perusahaan menggunakan metode dipercepat memiliki laba yang rendah tetapi harga yang tinggi – kelipatan laba dari perusahaan yang menggunakan metode garis lurus. Bagaimanapun, ketika laba perusahaan menggunakan metode dipercepat yang disesuaikan dengan dasar depresiasi garis lurus, harga – kelipatan laba antara kedua grup perusahaan tidak memiliki perbedaan yang signifikan.
Penilaian perusahaan dalam pasar tidak memunculkan dampak oleh arbitrasi dan jumlah pendapatan alternatif akuntansi. Penemuan itu selalu ditunjukkan sebagai pasar tidak menjadi “dibodohi” oleh arbitrasi perbedaan akuntansi. Penelitian serupa juga mendukung kesimpulan ini. Pengujian area tambahan meliputi akuntansi pembelian versus akuntansi penyatuan, pengeluaran vs manfaat penelitian dan biaya pengembangan, dan pengakuan vs penangguhan dari pendapatan yang belum direalisasi dalam surat-surat berharga.
Sebuah area terkait dalam kelanjutan penyelidikan respon harga sekuritas terhadap sebuah perubahan yang dilaporkan dalam kebijakan akuntansi oleh sebuah perusahaan. Perubahan dalam kebijakan depresiasi sedang diteliti, dan tidak ada bukti tentang perubahan dampak harga sekuritas. Pengujian di area lain telah berubah dari penangguhan aliran – melalui metode akuntansi untuk investasi kredit. Sekali lagi, tidak ada dampak harga yang ditemukan. Walaupun perubahan dalam kebijakan akuntansi mungkin karena perubahan jumlah pendapatan (hanya karena kebijakan yang berubah), penelitian ini tidak menemukan respon harga sekuritas terhadap perubahan. Pendapatan akuntansi yang tinggi dicapai hanya dari sebuah perubahan dalam kebijakan akuntansi dengan perubahan yang tidak nyata dalam aliran kas yang mendasari tidak muncul terhadap kebodohan pasar.
Bukti dari tipe penelitian yang didiskusikan dalam paragraf pendukung terdahulu mengklaim bahwa tidak ada bobot informasi dalam perubahan kebijakan akuntansi, terakhir di mana tidak ada kenyataan yang mendasari perubahan dalam aliran kas. Penemuan ini juga ditafsirkan sebagai penolakan hipetesis naïve-investor. Investor muncul untuk menyesuaikan pendapatan akuntansi mengimbangi untuk perbedaan pembukuan buatan dengan bahan yang tidak nyata. Investor tidak memunculkan respon yang mekanif dan tidak berpengalaman untuk perubahan dalam laporan jumlah pendapatan akuntansi. Dengan demikian, penelitian awal dimunculkan dalam garis dengan bentuk semi-kuat dari EMH.
  Alternatif Dengan Konsekuensi Aliran Kas: LIFO
Salah satu tipe perubahan dalam kebijakan akuntansi bahwa menghasilkan sebuah respon harga sekuritas adalah perubahan dari akuntansi persediaan FIFO ke LIFO. Perubahan ke LIFO memiliki ketertarikan dengan sebuah pergerakan harga sekuritas, walaupun LIFO membuat pendapatan akuntansi yang rendah dalam sebuah periode meningkatkan harga persediaan. Mengingat bahwa pada kenyataan investor yang berpengalaman dalam beberapa area dari beberapa perbedaan kebijakan akuntansi, apa yang akan menjadi penjelasan yang logis untuk respon harga ini? Saran dari respon untuk respon harga adalah LIFO harus diadopsi untuk tujuan laporan keuangan jika keuntungan pajak yang diinginkan. Dalam periode peningkatan harga, biaya pajak mungkin rendah untuk perusahaan yang menggunakan LIFO, kasus di mana konsekuensi aliran kas karena perubahan dalam kebijakan akuntansi. Di mana buku pendapatan rendah oleh penggunaan LIFO, aliran kas menjadi tinggi karena pendapatan pajak menjadi rendah. Respon harga sekuritas positif karena konsisten dengan kenaikan dalam nilai karena penghematan pajak.
Penelitian selanjutnya, namun, kontradiksi antara penemuan efek terhadap perubahan. Penelitian ini baik tidak menemukan bukti dari respon pasar atau menemukan bukti respon harga negatif. Beberapa penelitian terkini menyarankan bahwa penelitian sebelumnya mungkin mempunyai kegagalan dalam memisahkan pengaruh nyata dari perubahan ke LIFO karena kesalahan individu. (Perusahaan dipilih karena perubahan LIFO juga dapat mengalami hari pengumuman positif lainnya, di mana mungkin telah menjadi aktual karena respon harga positif). Semenjak LIFO membuat buku pendapatan akuntansi menurun, respon harga negatif dapat digambarkan sebagai suatu respon mekanis terhadap penurunan jumlah pendapatan oleh naïve-investor, siapa yang tidak mempertimbangkan konsekuensi aliran kas positif terhadap pajak yang rendah.
Penelitian terbaru mendukung untuk sebuah pergerakan harga sekuritas positif ketika LIFO yang diadopsi. Pincus dan Wasley mendiskusikan pengadopsian LIFO dari 1978 sampai 1987 dan menemukan bukti untuk kemungkinan bahwa LIFO adalah “Kabar Baik” sebagai signal untuk hari pengumuman ini dapat menjelaskan untuk pergerakan harga sekuritas positif kiranya menghasilkan hasil dari pengadopsian itu. Di pihak lain, Kang juga memberikan kemungkinan biaya adopsi yang relatif berpotensial tinggi untuk LIFO, seperti perubahan sistem akuntansi dan kemungkinan yang tinggi melanggar ketentuan perjanjian hutang (e,g, menurunnya rasio asset lancer dan tingginya rasio utang per modal) dan negosiasi kembali dalam kontrak management melibatkan pengaturan bonus. Faktor ini mungkin akun untuk beberapa reaksi harga negatif sejak mereka mungkin mengimbangi penghematan pajak.
Di diskusi pada awal bab ini, penelitian harga sekuritas sangat sesah untuk dilakukan. Masalah memilih LIFO cukup menggambarkan masalah ini. Penelitian awal LIFO menolak hipotesis naïve-investor. Penelitian selanjutnya dalam pertanyaan LIFO memiliki kemungkinan membuka kembali ketika berpikir masalah yang mendekati dengan ketertarikan dengan pasar efisiensi. Namun, beberapa penelitian terakhir menunjukkan bagaimana masalah yang kompleks jika mungkin mengadopsi LIFO. Penelitian terakhir dalam pengadopsian LIFO mengawali dengan berfokus dalam tidak langsung berhubungan dengan konsekuensi aliran kas , di mana akan didiskusikan selanjutnya.   
  Alternatif Dengan Konsekuensi Kas Tidak Langsung
Penelitian harga sekuritas telah menyelidiki beberapa penyelidikan masalah yang dimaksud sebagai konsekuensi tidak langsung. Konsekuensi tidak langsung terjadi ketika sebuah perubahan kebijakan akuntansi berdampak pada nilai sebuah perusahaan melalui sebuah efek tidak langsung dalam para pemegang bukan sebuah efek langsung dalam aliran kas perusahaan. Sebuah penelitian dimotivasi oleh percobaan untuk menjelaskan mengapa harga sekuritas tertentu seperti perusahaan minyak dan gas merespons negatif terhadap perubahan wajib dalam kebijakan akuntansi. Diperlukan perubahan dari pembiayaan penuh (full costing) untuk usaha mencapai sukses dianggap hanya sebuah perubahan dalam bagaimana biaya eksplorasi dialokasi dalam laporan pendapatan. Karena, ini diharapkan bahwa tidak ada respon harga sekuritas akan menjadi jelas sejak konsekuensi aliran kas tidak langsung terhadap perusahaan.
Namun, respon terhadap harga sekuritas ditemukan selalu ada. Sejak penelitian sebelumnya sebagian besar menolak hipotesis naïve-investor, sebuah penelitian membuat keberadaan beberapa konsekuensi aliran kas tidak langsung untuk menjelaskan respon terhadap harga. Penelitian mengemukakan sebuah perubahan sebagai upaya kesuksesan akuntansi untuk biaya eksplorasi minyak dan gas diturunkan kemampuan perusahaan dalam membayar dividen dalam jangka pendek karena membatasi perjanjian hutang. Untuk itu, meskipun perubahan dalam kebijakan perusahaan memunculkan dampak hanya pada buku pendapatan dan hanya di permukaannya saja, di sini merupakan konsekuensi aliran kas tidak langsung kepada investor, di mana mungkin menjelaskan respon harga negatif. Penjelasan ini berasa dari teori agensi. Di mana jumlah akuntansi digunakan untuk memonitor kontrak agensi, ini mungkin menjadi konsekuensi tidak langsung dari perubahan dalam kebijakan akuntansi. Dalam kasus perjanjian hutang membatasi pembayaran dividen, jumlah akuntansi yang digunakan untuk menjaga efek dari pemegang saham terhadap pembiayaan kepada pemegang saham. Jika perubahan kebijakan akuntansi membuat jumlah pendapatan rendah (dapat terjadi perubahan wajib untuk usaha mencapai sukses), dividen kas sekarang ataupun masa depan harus dikurangi, dikarenakan respon harga negatif.
Penelitian serupa menemukan respon terhadap harga sekuritas negatif untuk perusahaan yang menggunakan akuntansi pembelian ketika penyatuan dibatasi oleh APB dalam mendukung akuntansi pembelian untuk pengkombinasian. Perbedaan antara metode pembelian dan penyatuan muncul sekilas hanya pada buku pendapatan saja, yang tidak nyata berdampak pada kas. Namun, jika dikurangi penggunaan akuntansi penyatuan akan berdampak pada distribusi dividen karena perjanjian hutang. Pendapatan normalnya akan menjadi rendah jika menggunakan metode pembelian daripada metode penyatuan, dan efek yang sama dalam pembatasan dividen sebagai pendapat dalam penelitian minyak dan gas yang juga berpendapat dalam penelitian metode pembelian/penyatuan.
Penelitian lainnya bersama membahas kebutuhan manfaat sewa bahwa yang telah dilaporkan sebelumnya sebagai operasi sewa. Walaupun di sini terdapat beberapa bukti respon terhadap harga negatif untuk perusahaan tertentu , respon harga dapat dikarenakan oleh kendala yang dikenakan karena adanya perjanjian hutang.
  Anomali
Selama periode waktu yang lalu, pasar keuangan tampaknya menjadi informasi yang efisien. Bagaimana cepat dan lengkap respon mereka terhadap informasi baru yang merupakan sebuah pertanyaan terbuka. Sementara ini sangat sulit dalam membuktikan kepastian, ini meyakinkan bukti bahwa pasar mungkin bisa menjadi tidak efisien sebagai postulat dalam semi-kuat yang terdapat dalam hipotesis pasar efisien.
a)      Tertinggal dalam pengolahan data dasar
Ini adalah penelitian yang sangat luas, Ou dan Penman menggunakan kegunaan dari analisis dasar. Analisis dasar mengasumsikan bahwa pasar sekuritas tidak efisien dan saham yang di bawah harga dapat ditemukan oleh makna dari analisis laporan keuangan. Peninjauan ini bertentangan secara langsung dengan peninjauan pasar efisien bahwa harga sekuritas mencerminkan secara penuh dan cepat seluruh informasi yang tersedia secara umum (hipotesis semi kuat).
Ou dan Penman menggunakan pengukuran akuntansi tradisional seperti pengembalian dari total asset, gross margin ratio, dan persentanse perubahan dari asset lancar dalam sebuah model multivariasi untuk memprediksikan apakah mengikuti pendapatan tahun-tahun berikutnya dapat menurun atau meningkat. Menggunakan data periode antara tahun 1965 sampai 1977, model termasuk hampir 20 pengukuran akuntansi dan mencerminkan sekitar 23.000 observasi. Ou dan Penman juga menjelaskan laba tahun-tahun berikutnya yang berubah secara tepat hampir 80% pada saat itu. Kunci dari perhatian kita adalah apakah para prediksi dapat menangkap informasi yang segera dapat dicerminkan dalam harga sekuritas (menunjukkan sebuah pasar efisien) atau dapat memprediksi dasar laba di masa depan dalam analisis pengukuran akuntansi yang telah disebutkan sebelumnya. Situasi terakhir akan memberikan hasil dalam pengembalian sekuritas abnormal jika investasi didasarkan pada prediksi mereka.
Analisis Ou dan Penman memang menghasilkan pengembalian yang abnormal. Mereka juga percaya kelebihan pengembalian sekuritas disebabkan faktor risiko kelebihan. Penelitian Ou dan Penman dengan demikian saran bahwa pasar tidak efisien sebagai pendukung pasar efisien dapat untuk dipercayai; analisis dasar masih tetap penting untuk persiapan investasi. Penelitian ini juga menyarankan bahwa “kebaikan” standar akuntansi mungkin meningkatkan kemampuan prediksi terhadap informasi akuntansi.
b)      Hubungan Yang Rendah Antara Pendapatan dan Pengembalian Saham
Lev berkonsentrasi pada isu bahwa faktor pelengkap dalam pembelajaran (Ou dan Penman). Secara spesifik, poinnya bahwa titik antar waktu di luar tahun dan dalam tahun (pembelajaran silang antar bagian), hubungan antara angka pendapatan dan pengembalian saham secara rendah melebihi. Dengan kata lain, penghasilan memiliki sedikit kekuatan penjelasan (diukur dengan R2, koefesien hubungan) relatif terhadap perubahan dalam harga saham. Lev percaya bahwa satu alasan mendasar untuk situasi ini terdapat dalam kualitas yang rendah yang terdapat dalam angka masukan.
Penelitian dalam kualitas penghasilan menganti fokus kepada pertimbangan eksplisit isu akuntansi dengan memanggil untuk pemeriksaan sistematis secara jauh secara spesifik prinsip yang menggaris bawahi pengukuran akuntansi dan penilaian, sebagaimana manipulasi managerial, mengurangi dari kegunaan pendapatan dan variabel keuangan lainnya. Seperti penelitian mempunyai potensi sejauh pengertian kami dari peran informasi keuangan dalam penilaian asset dan berkontribusi secara berarti pada pembuatan kebijakan akuntansi.
Jurnal Lev, Ou dan Penman adalah pelengkap. Lev menemukan hubungan penjelasan yang rendah antara pendapatan dan pengembalian saham ketika Ou dan Panman melihat peran prediktif untuk data akuntansi dalam pasar efesien yang tidak sempurna. Lev berfokus secara langsung dalam isu yang mengembangkan pengukuran akuntansi ketika hasil yang ditampilkan oleh Ou dan Penman mengimplikasikan titik ini.
c)      Pelayangan Pengumuman Pasca Pendapatan (Post-Earnings-Announcement Drift)
Pertanyaan lebih jauh berkenaan efesiensi pasar telah muncul terhadap fenomena yang diketahui sebagai pelayangan pengumuman pasca pendapatan. Ketika pasar bereaksi secara signifikan pada saat pengumuman laba, ini memakan 60 hari untuk dampak secara penuh dari pengumuman laba sehingga mempengaruhi harga surat berharga. Dampak ini akan muncul secara lebih jelas pada perusahaan kecil. Hal ini juga muncul bahwa peningkatan laba mempunyai efek tetap ketika laba tersebut adalah pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan biaya.
Anomali ini tidak dijauhkan dari perhatian investor professional. Institusi sementara—perdagangan aktif ini untuk memaksimalkan keuntungan jangka pendek—muncul supaya dapat mengeksploitasi post-earnings-announcement drift. Ke dan Ramalingegowda menemukan bahwa institusi tersebut dapat menghasilkan dalam tiga bulan antara pengembalian abnormal dari 5,1% (atau 22% pertahun) biaya transaksi bersih dari perdagangan arbitrase mereka.
Bagian terakhir dari penyalahan untuk post-earnings-announcement drift telah diletakkan saat dasar terhadap analisis keuangan. Abarbanell dan Bushaee menyimpulkan bahwa analisis keuangan dibawah kenyataan (underreact) sangat mendasari signal yang berasal dari sekuritas, di mana dalam gilirannya menyebabkan perkiraan yang gagal dan tidak lengkap terhadap pengaturan harga sekuritas. Sloan menemukan bukti bahwa pemegang saham tidak membedakan dengan baik antara bagian aliran kas terhadap aliran laba dan bagian akrualnya. Bagian aliran kas berlangsung lama sampai masa depan dan mengurangi subjek manipulasi dari bagian akrual laba. Kemungkinan lain adalah bahwa dalam beberapa kasus, biaya transaksi relatif tinggi terhadap potensial gain yang dapat dihasilkan dari kesalahan penetapan harga dalam sekuritas. Walaupun pasar sekuritas mungkin “efisien” tapi bukan satu-satunya yang dapat dipercaya sebagai keefisienan. Penyaranan ini menjadi lebih penting sebagai suatu usaha untuk meningkatkan kualitas dari standar akuntansi.
Akhirnya, Mikhail, Walther, dan willis membahas pengalaman analis yang terakhir tentang post-earnings-announcement drift. Hal-hal pengalaman. Pasar keuangan lebih efisien dalam kehadiran pengalaman analis keuangan dan efeknya adalah tidak sepeleh:
Hasilnya…mengidentifikasi besarnya rata-rata dari post-earnings-announcement drift adalah dikurangi oleh sekitar 18%...ketika level pengalaman analis mengikuti perkembangan perusahaan dari desil yang rendah ke desil yang tinggi.
d)     Kesalahan Penilaian yang Berhubungan Dengan Akrual
Richardson dkk, berfokus pada keandalan angka akuntansi. Mereka mengembangkan definisi yang komprehensif dan pengelompokkan akrual, menjabarkan akrual ke dalam kategori neraca secara luas. Mereka menggunakan “isu pengukuran pengetahuan yang menggarisbawahi setiap kategori untuk membuat pemeriksaan kualitatif yang berkonsentrasi pada keandalan dari setiap kategori” mereka. Mereka kemudian menganalisis ketetapan dari arus kas dan komponen akrual laba. Akhirnya, mereka menganalisa pengembalian abnormal untuk saham umum perusahaan untuk menentukan jika pasar menyimpan informasi yang berisi bermacam-macam akrual yang berhubungan dengan ketetapan penghasilan. Jika informasi berisi keandalan akrual yang disimpan dalam harga saham, akrual dan pengembalian saham abnormal masa akan datang harus tidak bergantung satu sama lainnya. Secara menarik, mereka menemukan bahwa akrual yang kurang andal, ketetapan penghasilan yang rendah. Lebih pentingnya, sesuatu yang mengganggu, mereka menemukan bahwa pasar tidak sepenuhnya harga dari akrual yang kurang andal: “semuanya adalah hasil yang konsisten dengan hipotesis para investor naif. Pengembalian saham masa akan datang secara negatif berhubungan dengan akrual dan hubungan yang negatif lebih kuat daripada akrual yang kurang andal.
Secara jauh, temuan mereka berada di bawah pentingnya perbedaan antara pendapatan dan arus kas bebas:
Definisi textbook standard dari arus kas bebas yang menyesuaikan pendapatan dengan menambahkan kembali depresiasi dan amortisasi dan mengurangi perubahan dalam modal kerja dan pengeluaran modal… akrual yang kami temukan setidaknya menjadi lebih andal berhubungan dekat dengan penyesuaian yang dibuat dengan pendapatan yang diperoleh dari arus kas bebas. Arus kas bebas merepresentasikan kombinasi dari arus kas aktual ditambah dengan akrual keuangan andal yang berhubungan.
Liu dan Qi memberikan bukti bahwa potensial dari kesalahan penilaian akrual adalah substansial (bersifat mendasar). Mereka membentuk perusahaan dalam portofolio dasar berdasarkan total akrual dan “kemungkinan informasi”—berbasis perdagangan (PIN). Batasan strategi dibentuk dengan menginvestasikan pada desil akrual rendah dan langsung menjual pada desil akrual tertinggi, dan terbatas pada PIN saham yang tinggi, menghasilkan pengembalian abnormal hampir 19%.
Chan dkk, memeriksa tiga penjelasan mengapa prediksi pengembalian saham akrual: manipulasi perubahan prospek dan harapan berlebihan. Sejumlah besar bukti menyinggung manipulasi penghasilan para manajer:
Peningkatan besar dalam akrual menandakan titik balik tajam dari keberuntungan perusahaan…dalam tahun di mana akrual bernilai tinggi… pendapatan menunjukkan tidak ada kelemahan tetapi terus bertumbuh secara berkelanjutan. Bentuk ini menganjurkan bahwa perusahaan dengan akrual yang tinggi telah menghadapi gejala penurunan dari pertumbuhan mereka, tetapi mereka menggunakan akuntansi yang kreatif untuk menahan laporan pemberitaan yang buruk.
  Penjabaran Hipotesis yang Tidak Lengkap
Pertanyaan berkenaan dengan pasar yang efisien (atau kekurangannya) disatukan dalam hipotesis yang baru, penjabaran hipotesis yang tidak lengkap (IRH). Bloomfield melihat dua alasan mendasar untuk IRH. Pertama, beberapa angka akuntansi atau hubungan adalah lebih sulit atau mahal untuk dijelaskan dan dampaknya tidak dapat sepenuhnya dijabarkan dalam harga surat berharga. Sebagai contoh, secara historis, informasi mengenai pilihan harga saham telah dijabarkan dalam informasi catatan kaki hanya saja berlawanan dengan isi pernyataan pendapatan. Sehingga, informasi dan perpindahannya mungkin agak lebih sulit untuk dipisahkan dari bentuk cacatan kaki dan itu mungkin memakan waktu yang lebih lama agar informasi ini mempunyai dampak yang sepenuhnya terhadap harga surat berharga. Secara diametrik bertentangan dengan hipotesis pasar efisien yang menjadi pengungkapan—dalam bentuk apapun—semua yang dibutuhkan untuk mempengaruhi harga saham sepenuhnya.
Faktor kedua dari IRH adalah kehadiran “pedagang pengganggu” dalam pasar. Pedagang pengganggu adalah individu yang tidak perlu merespon dengan cara yang sepenuhnya rasional terhadap informasi baru. Mereka mungkin melakukan penyesuaian terhadap portofolio mereka dan merespon terhadap kejutan likuiditas atau bereaksi terhadap keinginan. Sehingga dari perspektif dampak informasi dari surat berharga, kita mempunyai kelompok individu yang merespon terhadap kelompok kriteria yang berbeda. Pengalihan yang menghambat pasar dari respon sikap yang efisien secara sepenuhnya. Akhirnya, diketahui bahwa IRH tidak sepenuhnya konsisten dengan pasca pengumuman pendapatan.  Walaupun demikian, itu membantu untuk menjelaskan fenomena ini.
  Informasi Akuntansi Dan Analisis Resiko
Penelitian pasar modal juga menyelidiki kegunaan angka akuntansi untuk analisis risiko surat berharga dan portofolio. Pembelajaran ini menemukan korelasi yang tinggi antara variabilitas laba akuntansi dan beta, dan pengukuran risiko pasar. Korelasi yang tinggi mengimplikasikan bahwa data akuntansi mungkin dapat berguna untuk analisis risiko atau setidaknya mengkonfirmasi hal tersebut.
Penelitian lain telah dicoba untuk menentukan jika alternatif peraturan akuntansi mempunyai dampak terhadap risiko. Tujuan dari jenis penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana aturan akuntansi alternatif atau pengungkapan yang mungkin berdampak terhadap kegunaan angka akuntansi untuk analisis risiko. Sebagai contoh, sebuah pembelajaran mencoba menentukan jika keuntungan dari dana pensiun yang dicairkan (dilaporkan dalam catatan kaki) mempengaruhi beta. Tidak ada dampak yang signifikan. Dari bukti ini, mungkin dapat disimpulkan bahwa informasi dana pensiun adalah tidak berguna untuk analisis risiko. Walaupun pembelajaran lainnya menemukan bahwa bagian tambahan (garis bisnis) mengungkapkan hasil dalam revisi risiko sistematis, di mana disarankan bahwa informasi tersebut berguna untuk analisis risiko.
Pembelajaran lainnya telah menguji rasio keuangan dengan beta. Beberapa rasio dan pengujian komputasi termasuk rasio pembayaran dividen, leverage (hutang), suku pertumbuhan, ukuran asset, likuiditas, dan perlindungan bunga sebelum pajak, sebagaimana pendapatan dan variabilitas pendapatan. Secara umum, pengujian ini mengindikasi hubungan yang kuat antara rasio yang berdasarkan akuntansi dan beta.


  Rangkuman Penelitian Pasar Modal
Kita menggambarkan kesimpulan berikut dari bukti empiris yang disediakan oleh penelitian pasar modal:
1.      Laba akuntansi mempunyai isi informasi dan mempengaruhi harga sekuritas.
2.      Kebijakan akuntansi alternatif tidak nyata secara langsung atau tidak langsung dari konsekuensi arus kas perusahaan sehingga tidak terlihat berdampak pada harga sekuritas.
3.      Kebijakan akuntansi alternatif mempunyai dampak langsung atau tidak langsung pada perusahaan (atau pemiliknya) yang berdampak pada harga sekuritas.
4.      Terdapat bukti bahwa pasar sekuritas tidak bereaksi secara penuh dan instan pada tipe data akuntansi tertentu  dalam situasi tertentu. (sebagai contoh, akrual yang tinggi, saham kecil, perlindungan analisis yang rendah).
5.      Terdapat insentif untuk memilih kebijakan akuntansi tertentu, di mana pilihan tersedia, konsekuensi kas tidak langsung yang terutang.
6.      Pengukuran risiko berdasarkan akuntansi berhubungan dengan pengukuran risiko pasar, dianjurkan bahwa angka akuntansi berguna untuk analisis risiko.
Penelitian pasar modal berlanjut menjadi berguna dalam evaluasi konsekuensi ekonomis secara empiris. Dari kebijakan akuntansi via-a-vis harga sekuritas dan kegunaan angka akuntansi untuk penilaian risiko dan pengembalian. Diharapkan lebih dari yang lainnya, walaupun dampak dari penelitian pasar modal membawa sudut pandang yang berbeda pada teori dan kebijakan akuntansi. Pada suatu waktu, ketika penekanan secara utama berdasarkan teori secara deduktif.
  Bukti Dari Data Survei
Cara lain untuk menentukan kegunaan informasi akuntansi adalah dengan bertanya secara langsung kepada investor bagaimana (jika semuanya) mereka menggunakan laporan tahunan. Survei para investor yang telah diambil dari beberapa negara dan secara umum menunjukkan pemilihan pembacaan yang rendah dari informasi akuntansi. Mendekati satu setengah dari investor yang disurvei mengindikasikan mereka membaca laporan keuangan. Investor institusional telah menunjukkan lebih banyak level yang tinggi dalam pembacaan. Survei ini khususnya investor secara individu, harus diterjemahkan secara hati-hati, walaupun investor individu mungkin bergantung pada analis investasi untuk memproses informasi akuntansi. Ini menjadi lebih sederhana untuk beranggapan informasi akuntansi tidak mempunyai kegunaan untuk investor itu sendiri karena banyak pemegang saham individu tidak membaca laporan tahunan secara detail.
Tipe lain dari penelitian survei bertanya pada investor beban dari pentingnya berbagai tipe informasi investasi yang berbeda termasuk informasi keuangan. Beberapa pembelajaran terhadap tipe ini telah dilaporkan. Peringkat informasi akuntansi cukup tinggi dalam kepentingan survei ini walaupun bukan yang terutama. Status ini terlihat melengkapi kebiasaan historis informasi akuntansi dan efek jeda pelaporan. Antara waktu informasi akuntansi perusahaan yang dipublikasikan dan informasi non akuntansi seperti kondisi ekonomi secara umum dan pengumuman perusahaan terhadap produk dan pasar, peringkat laporan keuangan ke depannya dalam persive importance.
NILAI INFORMASI AKUNTANSI: BUKTI DARI PENILAIAN LANGSUNG
            Penelitian didiskusikan pada bagian sebelumnya, memeriksa hubungan antara data akuntansi dan perubahan yang tak terduga dalam harga saham, diukur sebagai pengembalian abnormal. Pendekatan lainnya telah memeriksa hubungan antara data akuntansi yang dilaporkan dalam laporan keuangan tahunan dan level harga saham (sebagai contoh, penilaian perusahaan, pengukuran sebagai kapitalisasi pasar). Secara konseptual, pendekatan ini mengacu pada cross sectional valuation, adalah upaya pendekatan empiris pada model teoritis penilaian ekuitas dideskripsikan pada awal bab ini. Pendekatan ini digunakan untuk menginvestigasi bagaimana (jika semuanya) komponen spesifik dari laporan keuangan adalah “harga” sebagai sudut pandang yang diasosiasikan dengan penilaian pasar dari perusahaan. Jika sesuatu dinilai berharga sebagai sebuah asset atau pendapatan, maka normalnya seharusnya memiliki hubungan positif terhadap nilai pasar, sedangkan jika sesuatu dinilai berharga sebagai kewajiban atau biaya, maka normalnya seharusnya memiliki hubungan negatif terhadap nilai pasar. Sejumlah penulis memiliki sikap antusias untuk metodologi ini sebagai kerangka untuk mengevaluasi manfaat metode akuntansi alternatif untuk penilaian.
  Bukti Untuk Program Pensiun
Beberapa pembelajaran menggunakan kerangka ini untuk menentukan bahwa aktiva dan kewajiban program pensiun perusahaan (seperti, ditampilkan dalam catatan kaki dari neraca) yang konsisten dengan masing-masing aktiva dan kewajiban yang mereka lihat dalam neraca. Pembelajaran lain menentukan bahwa komponen beban pensiun (per SFAS No. 87) tidak dapat dibebankan sama dalam pernyataan hubungan mereka dengan penilaian pasar. Kepentingan tertentu merupakan komponen amortisasi asset sementara dari biaya pensiun yang dinilai nol, di mana hal ini konsisten dengan kenyataan bahwa tidak ada arus kas yang berhubungan dengan hal tersebut.
Franzoni dan Marin menyajikan bukti bahwa pasar menilai perusahaan terlalu tinggi dengan kekurangan dana yang didefinisikan sebagai keuntungan rencana dana pensiun. Secara lebih jauh, dampak terhadap kelebihan penilaian berlangsung lama.
Khususnya kita menunjukkan bahwa portofolio perusahaan yang paling kekurangan dana menghasilkan pengembalian yang relatif rendah secara berturut-turut yang berhubungan dengan portofolio perusahaan dengan program pensiun yang sehat. Fenomena ini nyata untuk sekurangnya lima tahun setelah munculnya kekurangan dana yang besar. Juga penyesuaian risiko pengembalian dari portofolio ini secara signifikan bernilai negatif. Misalnya, besarnya diskon dalam pengembalian adalah sekitar 10% per tahun.
Ketika para investor mulai mengetahui kekurangan dana yang parah, maka mungkin bahwa mereka tidak akan beranjak terhadap implikasi perihal kekurangan dana, seperti kesulitan dalam pengaturan ulang keuangan pada hal tertentu yang ditentukan atau pengaturann ulang keuangan secara keseluruhan. Perusahaan dapat menunda pengenalan kewajiban dana pensiun dan pendapatannya serta kekurangan dananya walaupun berdampak pada laba perusahaan masa yang akan datang. Franzoni dan Marin juga menemukan bahwa kekurangan dana pensiun yang parah mempunyai pengaruh yang sangat tinggi yang juga terkait terhadap kemampuan perusahaan untuk melakukan pertambahan nilai investasi.
Seseorang mungkin berdebat mengenai kinerja operasional yang rendah dan keputusan investasi sub optimal yang membawa kepada apakah manajemen yang rendah dari dana pensiun di dalam bentuk kekurangan dana yang parah walaupun membawa kepada kinerja operasional yang rendah dan keputusan investasi sub optimal. Dalam beberapa kasus, hal ini muncul bahwa investor tidak sepenuhnya mengenal bahwa kekurangan dana mempunyai dampak penilaian negatif. Mengapa hal ini terjadi dan belum terselesaikan.
  Bukti Untuk Penelitian Dan Pengembangan
Penelitian lain meneliti hubungan pengeluaran penelitian dan pengembangan dengan nilai perusahaan. Temuan utama adalah bahwa, pada rata-rata, tiap dolar dari penelitian dan pengembangan dihubungkan dengan setiap peningkatan lima dolar dalam nilai pasar. Hasil ini memberikan bukti bahwa pasar secara implisit memanfaatkan penelitian dan pengembangan walaupun SFAS No. 2 melarang kapitalisasi secara eksplisit. Dengan kata lain, pasar menafsirkan penelitian dan pengembangan sebagai asset daripada biaya, sebaliknya perlakuan akuntansi dibutuhkan oleh SFAS No. 2.
  Bukti Dari Jasa Keuangan
Industri jasa keuangan merupakan area lain dalam model cross-sectional valuation yang telah digunakan. Penelitian telah memeriksa pengungkapan tambahan dari pinjaman macet (standar resiko/default risiko) dan risiko suku bunga bank dan penghematan. Pinjaman macet secara negatif berhubungan dengan nilai perusahaan, meskipun dampak ini lebih besar untuk bank dibandingkan untuk penghematan. Risiko suku bunga secara negatif berhubungan dengan nilai perusahaan tetapi hanya untuk bank. Penelitian lain, melaporkan bahwa pengungkapan tambahan bank dari nilai pasar yang tepat dari investasi surat berharga dihubungkan dengan nilai pasar yang lebih atau kurang yang dijelaskan oleh biaya historis itu sendiri. Penemuan ini memberikan kepercayaan kepada SEC dan FASB untuk mendorong akuntansi mark-to-market dan akhirnya untuk pengukuran nilai wajar dalam SFAS No. 157.
DATA AKUNTANSI DAN KREDITUR
Teori menggarisbawahi kegunaan informasi akuntansi untuk kreditur yang tidak dikembangkan dengan baik sebagai peran angka akuntansi vis-à-vis harga saham. Bagian dari masalah ini adalah bunga hutang dari perdagangan sekuritas yang jarang dilakukan. Walaupun secara umum disetujui bahwa harga bunga hutang didasarkan pada premi standar risiko, yang mana didefinisikan sebagai premi dalam kelebihan risiko—bebas suku bunga atau dengan kata lain identik dengan hutang (sebagai contoh, obligasi treasuri Amerika S.). Dengan demikian, informasi spesifik perusahaan, meliputi data akuntansi, tujuan kreditur dalam penilaian standar risiko.
Beberapa garis perbedaan dari penelitian telah muncul: (a) kegunaan dari data akuntansi dalam memprediksikan kebangkrutan perusahaan (di mana mencakup standar pinjaman); (b) hubungan data akuntansi dengan peringkat obligasi di mana peringkat tersebut dianggap wakil untuk standar risiko; (c) hubungan data akuntansi dengan estimasi premi risiko suku bunga atas hutang; dan (d) penelitian eksperimental terhadap peran data akuntansi dalam keputusan pemberian pinjaman. Kita akan mempresentasikan ringkasan singkat tentang hasil penemuan penelitian untuk kedua hal pertama yang dibahas di atas.
Ø  Bukti Dari Kebangkrutan
Rasio yang didasarkan pada akuntansi adalah sangat berguna dalam membedakan antara perusahaan yang akan bangkrut dengan yang tidak. Perusahaan yang bangkrut cenderung memiliki rasio keuangan sebelum pailit yang membedakan dengan perusahaan yang tidak bangkrut. Prediksi hingga lima tahun ke depan sebelum bangkrut telah ditunjukkan. Penemuan ini tidak bermaksud bahwa perusahaan yang rasionya buruk akan segera bangkrut di masa depan tetapi mungkin bangkrut.


Ø  Bukti Dari Peringkat Kredit
Data akuntansi juga berhubungan baik dengan peringkat obligasi dan premi standar risiko. Di antara beberapa rasio penting yaitu keuntungan, variabilitas laba, dan pengaruh. Penelitian juga telah digunakan untuk menilai di mana pengaturan alternatif dari data akuntansi dihubungkan lebih tinggi dengan prediksi kebangkrutan, peringkat obligasi, dan premi risiko. Di antara beberapa isu yang diperiksa memiliki biaya historis yang berlawanan dengan harga-tingkat pendapatan yang disesuaikan, dampak dari kapitalisasi peminjaman versus non kapitalisasi, dan pengakuan dari kewajiban pensiun versus catatan kaki—hanya pengungkapan.
Penelitian eksperimental (laboratorium) juga menguji kegunaan data akuntansi untuk kreditur. Data akuntansi dalam konteks pengambilan keputusan yang berhubungan dengan peminjaman (sebagai contoh, jumlah pinjaman, prediksi kebangkrutan, dan tingkat bunga) disediakan secara subjektif untuk menentukan bagaimana, jika semua, hal tersebut mempengaruhi keputusan hipotesis mereka. Dalam eksperimen ini, data akuntansi dimanipulasi untuk melihat jika penentuan bersifat sensitif apabila manipulasi terjadi. Sebagai contoh, perubahan dilakukan untuk besaran rasio akuntansi atau pernyataan keuangan yang disiapkan di bawah kebijakan alternatif (sebagai contoh, peminjaman kapitalisasi versus non kapitalisasi). Secara umum, penelitian ini mendukung sensitivitas terhadap pengambilan keputusan yang dihubungkan dengan peminjaman sebagai kunci data akuntansi, dan dalam hal ini, melengkapi penemuan yang didasarkan pada data di bidang ekonomi.
PENTINGNYA PERAMALAN LABA
            Copeland dan Dolgoff memeriksa hubungan antara total pengembalian tahunan bagi para pemegang saham dan beberapa secara umum digunakan untuk mengukur kinerja (penjualan, laba per saham, pertumbuhan dalam laba per saham, peramalan laba, dll). Mereka menggunakan data sebagai analisa harapan yang mewakili harapan investor. Korelasi yang tinggi (47%) antara pengembalian tahunan untuk pemegang sahan dan perubahan selama setahun yang diharapkan mengenai laba pada tahun yang sama, laba tahun lalu, dan laba tiga sampai lima tahun yang lalu. Ini menyoroti pentingnya kinerja bisnis, diukur oleh data akuntansi, dibandingkan dengan harapan pasar. Para peneliti juga mencatat bahwa pentingnya harapan “konsisten dengan diskon arus kas”.
            Seperti yang telah kita sebutkan sebelumnya, model pendapatan sisa menyediakan peran utama untuk peramalan laba masa depan dalam menentukan hal intrinsik dari nilai saham. Estimasi akurat mungkin membawa pada pengembalian saham abnormal. Secara mendalam, terdapat bukti bahwa prediksi pendapatan yang lebih baik dibuat untuk investor yang lebih makmur. Loh dan Mian meneliti kegunaan peramalan laba akurat dari analisis sekuritas. Setiap tahun perusahaan, mereka memerlukan pengurutan analisis berdasarkan keakuratan prediksi mereka terhadap pendapatan tahunan. Jika para analis dengan peramalan laba terbaik menyediakan pengembalian terbaik, terdapat dukungan untuk analisis mendasar dari data akuntansi. Loh dan Mian mencatat jika para analis dengan rekomendasi yang paling menguntungkan juga menunjukkan kemampuan peramalan yang unggul, hal itu akan menyarankan bahwa kemampuan pemilihan saham mereka bersifat real, dan didasarkan pada rasional ekonomi.
            Mereka menemukan bahwa “rekomendasi dari laba superior para prediktor/peramal secara signifikan melebihi rekomendasi dari peramal inferior”. Hal ini konsisten dengan nilai analisis akuntansi secara mendasar. Hal itu juga menimbulkan pertanyaan mengenai efisiensi informasi dari pasar keuangan.
            Ketika nilai perusahaan sama dengan nilai sekarang dari arus kas masa depan yang diharapkan, laba muncul untuk memainkan peran utama dalam memprediksi arus kas tersebut, Dechow, Kothari, dan Watts mengembangkan arus kas operasi dan proses akuntansi di mana arus kas operasional dikonversi ke dalam laba akuntansi. Model ini menjelaskan mengapa pendapatan sekarang itu sendiri merupakan ramalan yang lebih baik untuk arus kas operasional masa yang akan datang dibandingkan dengan arus kas operasional itu sendiri. Sebagai tambahan prediksi ini dibebankan keluar secara empiris menggunakan contoh 1.337 perusahaan. Selanjutnya, kemampuan peramalan merupakan fungsi positif dari siklus operasional kas yang diharapkan.
Selama setahun, hubungan antara laba dan harga saham telah berkurang. Bagaimanapun kemampuan laba untuk memprediksi arus kas masa depan tidak dimiliki. Kim dan Kross meneliti kemampuan peramalan laba arus kas operasional satu tahun ke depan dengan memeriksa data selama tiga decade. Terdapat penemuan positif: “Kim dan Kross menemukan dari waktu ke waktu hubungan antara laba dan arus kas operasional satu tahun ke depan… Selanjutnya, Kim dan Kross menemukan bahwa ketepatan prediksi arus kas berdasarkan laba sekarang juga meningkat seiring berjalannya waktu”.
            Mereka menghipotesiskan bahwa sifat konservatif akuntansi mungkin memainkan peran. Dalam beberapa kasus mereka mencatat bahwa nilai dari saham bergantung pada prediksi arus kas yang lebih dari setahun. Secara lebih jelas, banyak pekerjaan yang harus dilakukan.
            Gulliver menyediakan sudut pandang para analis pada analisis keuangan, peramalan, dan saham yang di bawah standar. Dia mengidentifikasi lima penyebab harga saham di bawah standar: akuntansi yang agresif, kemerosotan keuangan, perubahan dalam industri atau situasi kompetitif, akuisisi yang buruk, dan penilaian yang berlebihan. Berita buruk: analisa laporan keuangan dapat menjadi sulit. Informasi berisi tiga pernyataan terpisah dan banyak catatan kaki. Beberapa asumsi terlibat, dan peran keuangan adalah complex dan terkadang bersifat ambigu. Akhirnya, dalam beberapa kasus, peran keuangan digunakan untuk mengungkapkan kebenaran. Berita baiknya: terdapat beberapa kasus di mana para analis dan manajer dapat mengindentifikasi permasalahan saham dalam reaksi pasar secara lebih lanjut dengan mengenali secara mendalam ke dalam data, dengan melihat kualitas pendapatan, efisisensi operasional, kualitas arus kas, dan kualitas neraca.
PENELITIAN EMPIRIS DAN PENGATURAN STANDAR
Diawal tahun 1970, beberapa pendapat bahwa penelitian pasar modal dapat digunakan sebagai dasar untuk memilih kebijakan akuntansi terbaik dan evaluasi konsekuensi ekonomis dari kebijakan akuntansi alternatif pada harga saham. Kebijakan akuntansi yang paling berdampak pada harga saham dipertimbangkan sebagai hal yang berguna. Dengan kata lain, seperti kebijakan akan mempunyai isi informasi yang paling berbobot. Pendapat mempunyai tampilan intuitif, khususnya sejak penelitian secara deduktif  telah terbukti tidak dapat untuk menyelesaikan perdebatan mengenai teori akuntansi normatif mengenai bentuk yang paling dipertimbangkan dalam akuntansi. Walaupun, pendukung awal dari penelitian harga saham sekarang mengenal batasan dari kegunaan penelitian ini. Alasan untuk batasan ini merupakan sifat baik publik dari informasi akuntansi, keberadaan dari pemilik saham secara bebas (free riders), dan hasil kegagalan pasar dalam hal alokasi sumber daya optimal. Dampak potensial dari penelitian empiris pada isu pengaturan standar mulai muncul kembali.
Pencampuran pendapat tentang apakah penelitian empiris dapat membantu pengaturan standar. Hold dan Watts mengambil posisi negatif. Halangan utama untuk mereka melibatkan permasalahan perbedaaan kelompok pengguna dengan perbedaan kebutuhan, sebuah masalah yang didiskusikan dalam bab 6, sebagai contoh, kreditur mungkin sangat tertarik dalam prediksi hutang bawaan. Banyak standar yang melibatkan, masalah kontrak, proses pengadilan, masalah pajak, dan konservatism (kemungkinan kerugian pembukuan dan sebaliknya, dan sebagai contohnya). Sehingga, mereka melihat penelitian empiris memeriksan perbedaan alternatif dan dampak mereka terhadap penilaian dan prediksi arus kas yang tidak menyediakan kegunaan informasi untuk pengaturan standar. Holthausen dan Watts juga percaya bahwa sebelum penelitian empiris dapat digunakan sebagai masukan untuk tujuan pengaturan standar, sebuah teori akuntansi dan pengaturan standar harus di atur. Apakah peran dari teori tersebut mungkin tidak dapat dibuat secara eksplisit. Kita juga bertanya dari tipe ini dapat dikembangkan.
Barth, Beaver, dan Landsman sikap berlawanan. Mereka percayai bahwa kelompok pengguna yang beragam dan berbeda menggunakan informasi akuntansi tidak untuk menghindari penelitian empiris yang berguna untuk pengatur standar. Sebagai contoh, mereka mengutip pembelajaran yang menunjukkan bahwa akumulasi dan proyeksi keuntungan obligasi dalam akuntansi pensiun (chapter 16) mengukur hutang dana pensiun dalam harga saham lebih andal daripada vested manfaat obligasi (dua bentuk pengukuran memberikan gambaran yang lebih lengkap terhadap kewajiban pensiun daripada yang sebelumnya).
Sehingga, perbedaan antara kelompok-kelompok melibatkan masalah empiris, yang saat ini belum terselesaikan: masalah kelompok pengguna yang berganda. Kita bersandar pada kegunaan potensial dari penelitian empiris di area seperti penilaian dan prediksi arus kas yang mempunyai kegunaan potensial, kelompok, pengaturan standar. Pertanyaan dari kelompok pengguna yang berbeda dengan tujuan yang agak berbeda, kita percaya bahwa saling melengkapi bukan konflik antar pengguna hasil. Sesungguhnya, jika terjadi konflik yang ekstrim di antara kelompok pengguna  dan pengguna yang ada, kita meragukan bahwa penelitian empiris akan berguna untuk tujuan apapun.   


DAFTAR PUSTAKA
Harry I. Wolk, James L, Dodd, and John J. Rozycki “accounting theory seventh edition”, sage publications, USA, 1990



Tidak ada komentar: